Yamaha

Kisah Jurnalis Indramayu Kejar Pelaku Tabrak Lari

  Rabu, 22 Januari 2020   Erika Lia
Jurnalis Indramayu, Opi Riharjo

NDRAMAYU, AYOBANDUNG.COM -- Aksi seorang jurnalis Indramayu, Opi Riharjo, bisa jadi sebuah inspirasi bahwa kemanusiaan di atas segalanya. Bukan saja menolong korban tabrak lari, Opi pun mengupayakan keamanan bagi terduga pelakunya.

Rabu (22/1/2020) sekitar pukul 03.00 WIB, Opi bersiap tidur di rumahnya di Desa Karangasem, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu.

Niatnya terganggu ketika suara gaduh terdengar dari jalan di luar rumahnya. Penasaran, dia pun keluar rumah dan mendapati pemandangan tak biasa di hadapannya.

Sebuah mobil bernomor polisi Jakarta tampak bermasalah. Ban mobil nyaris hancur dan menyisakan velg-nya. Gesekan velg dan aspal jalan memercikkan api di jalanan yang masih berselimut rasa malam hari.

Belum habis rasa herannya, sebuah sepeda motor turut melintas. Dua orang pengendaranya menyerukan kalimat yang membuat Opi spontan berlari keluar rumah dan mengejar mobil tersebut.

"Pengendara sepeda motor bilang, (penumpang) mobil itu habis menabrak orang," ungkap Opi kepada Ayocirebon.com, hari ini.

Meski salah satu rodanya menyisakan velg, mobil warna hitam yang dikejar Opi masih bisa melaju sekitar 200 meter. Opi sempat meneriakkan instruksi agar mobil itu berhenti.

Ketika akhirnya mobil berhenti karena diduga tak lagi mampu berjalan lebih jauh, seseorang keluar dari dalamnya. Jurnalis televisi itu sempat bertanya kepada penumpang mobil untuk memastikan informasi yang diterimanya dari pelintas bersepeda motor.

"Penumpang mobil cuma bilang, ada yang jatuh. Tapi, saya kurang percaya dan saya tahan dua orang dari dalam mobil untuk sementara waktu," katanya.

Ketika warga sekitar yang mendengar keributan itu mulai berdatangan, kedua penumpang mobil yang diamankan Opi sempat menghilang. Opi yang kemudian melihat keduanya mencoba lari pun mengejar.

Dia berhasil mengamankan satu orang, sedangkan satu orang lainnya berhasil lari. Opi lalu mencoba mengejar dengan sepeda motornya, namun gagal.

Opi lalu melaporkan peristiwa itu kepada petugas Polsek Terisi. Sementara penumpang mobil yang berhasil dia bekuk beserta mobilnya diamankan warga sekitar.

"Saya waktu itu minta warga untuk mengamankan terduga pelaku dan mobilnya, jangan sampai jadi objek main hakim sendiri," tuturnya.

Pesan untuk tak menghakimi sepihak penumpang mobil dirasanya penting, mengingat ketika itu sejumlah warga sempat emosi setelah mendengar duduk persoalannya.

Opi pun mengupayakan penumpang mobil tak panik dengan menenangkannya. Selanjutnya, polisi menindaklanjuti laporan tersebut dan membawa terduga pelaku tabrak lari ke mapolsek setempat.

Dari informasi yang diterimanya, penumpang mobil telah menabrak seorang ibu beranak satu, Jumaenah (60), di Desa Mundakjaya, Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu. 

Lokasi tabrak lari hingga perhentian akhirnya di Desa Karangasem sendiri diketahui berjarak sekitar 2 km.

Tak hanya Jumaenah, terduga pelaku pun setelahnya sempat hampir menabrak petugas penjaga pintu perlintasan kereta api, di tengah upayanya melarikan diri.

"Kata penumpang mobil (yang berhasil diamankan) sih, mereka lelah dan mengantuk setelah menempuh perjalanan jauh dari Jakarta dan harus ke Sumedang," terang Opi mengindikasikan penyebab kecelakaan itu.

Jumaenah sendiri, yang saat kejadian mengendarai sepeda motor, menderita patah tulang pada tangan kanannya. Sementara, tulang kaki kanannya remuk dan kini tengah menanti operasi di RSD Indramayu.

Jumaenah merupakan orang tua tunggal yang menghidupi seorang anaknya, Tarmani (33). Pascakejadian, Opi baru mendapati korban tabrak lari merupakan orang yang dikenalnya sejak kecil.

"Suami Ibu Jumaenah sudah meninggal karena tertabrak kereta api. Dia sekarang menghidupi diri dan anaknya dengan berjualan nasi untuk sarapan setiap pagi," beber Opi.

Saat kejadian, Jumaenah sebenarnya dalam perjalanan ke pasar untuk membeli bahan lauk jualannya. Hidup pas-pasan, menurut Opi, uang yang digunakan untuk membeli bahan makanan hari ini pun diberi oleh tetangganya.

Prihatin dengan kondisi itu, Opi pun mengupayakan membantu keluarga Jumaenah hingga tuntas, mulai dari urusan di kepolisian sampai di rumah sakit.

Disinggung motivasinya, Opi menyebut, bukan sekedar mengenal keluarga itu, kemanusiaanlah yang menggerakkannya.

"Manusiawi saja, siapapun tak ada yang ingin tertimpa musibah. Saya cuma bantu, baik keluarga korban maupun terduga pelaku. Ini hanya kebetulan saja," ujarnya merendah.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar