Yamaha

BPBD Cek Ulang Data Korban Angin Kencang Pangalengan

  Selasa, 21 Januari 2020   Mildan Abdalloh
Korban angin kencang di Pangalengan. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

SOREANG, AYOBANDUNG.COM -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung akan melakukan pengecekan ulang korban angin puting beliung di Desa Banjarsari, Kecamatan Pangalengan.

Hal tersebut dilakukan karena pihak Desa Banjarsari merasa keberatan dengan tidak sesuainya jumlah korban penerima bantuan dengan usulan. Bahkan pihak desa akan menolak bantuan yang akan segera turun tersebut.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Bandung Ahmad Djohara mengatakan, pihak Desa mengusulkan 2.120 kepala keluarga yang menjadi korban angin kencang pada Oktober 2019.

AYO BACA : BPBD: Penerima Bantuan Korban Angin Kencang Pangalengan Bukan dari Usulan

"Yang diusulkan memang ada 2.120 KK, tapi tidak serta merta semuanya akan mendapat bantuan, tapi ada assasemen," tutur Ahmad, Selasa (21/1/2020).

Menurutnya, ada 312 KK korban bencana di 5 Kecamatan yang akan mendapat bantuan sesuai dengan assemen.

"Untuk Desa Banjarsari sendiri, saya tidak tahu persis jumlahnya. Kan tidak semua dapat, misalnya iya rumahnya terkena angin kencang, tapi kalau hanua satu atau dua genting yang jatuh, masa harus dimasukan dalam penerima bantuan," ujarnya.

AYO BACA : Tidak Sesuai Usulan, Kades Banjarsari Tolak Bantuan Bencana Angin Kencang

Namun, jika pihak Desa merasa keberatan, BPBD akan kembali melakukan pengecekan ke lapangan.

"Kalau memang keberatan, kita cocokan saja administrasinya. Sinkronkan data," katanya.

Kalaupun ada warga yang benar-benar korban namun tidak masuk dalam penerima bantuan, maka pihaknya akan melakukan revisi.

"Kalau memang ada yang terlewat, kami akan masukan, mumpung SK Bupati tentang penerima bantuan bencana belum ditandatangani," katanya.

AYO BACA : Kesaksian Warga Pangalengan: Angin Bergemuruh, Suasana Mencekam

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar