Yamaha

Ribuan Tenaga Honorer di Kabupaten Bandung Terancam Diberhentikan

  Selasa, 21 Januari 2020   Mildan Abdalloh
Ilustrasi tenaga kerja di instansi pemerintahan

SOREANG, AYOBANDUNG.COM -- Komisi II DPR RI bersama Kemenpan RB dan BKN menyepakati penghapusan tenaga honorer, pegawai tidak tetap, dan pegawai tetap dari organisasi kepegawaian pemerintah.

Dengan adanya kesepakatan tersebut, ribuan honorer di Kabupaten Bandung terancam diberhentikan secara bertahap.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bandung Wawan Ridwan mengatakan, saat ini terdapat belasan ribu honorer yang akan terdampak oleh regulasi baru tersebut.

"Untuk honorer guru ada 10.000, sementara tenaga teknis ada sekitar 1.500," tutur Wawan, Selasa (21/1/2020).

Sesuai dengan tenggat waktu, penghapusan honorer akan dilakukan hingga 2023. Selama beberapa tahun kedepan, akan ada penerimaan seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

"Statusnya nanti jadi PPPK, tapi tidak mungkin bisa mengakomodir semuanya," ujarnya.

Honorer yang ingin menjadi PPPK diharuskan mengikuti seleksi.

"Honorer yang putus kerja pasti ada. Bisa saja karena yang bersangkutan sudah melebihi batas usia, kualifikasi pendidikan tidak memenuhi syarat, atau hasil tes saat seleksinya tidak sesuai standar," katanya.

"Pada dasarnya kami tidak ingin memberhentikan honorer, tapi di lain sisi ini sudah aturan dari pusat," ujarnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar