Yamaha

BPBD: Penerima Bantuan Korban Angin Kencang Pangalengan Bukan dari Usulan

  Selasa, 21 Januari 2020   Mildan Abdalloh
Rumah rusak akibat angin kencang di Pangalengan. (ayobandung.com)

SOREANG, AYOBANDUNG.COM -- Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Ahmad Djohara meminta Kades Banjarsari, Kecamatan Pangalengan untuk tidak menyeretnya memanipulasi data.

Kepala Desa Banjarsari Sunarya Safaat akan menolak bantuan dari Pemkab Bandung karena jumlah penerima bantuan tidak sesuai usulan.

Ahmad mengatakan dalam bencana angin kencang di Pangalengan pada oktober 2019 lalu, Desa Banjarsari mengajukan usulan 2.120 penerima bantuan.

"Dari usulan itu, kami menurunkan tim untuk verifikasi," tutur Ahmad.

Verifikasi sendiri dikakukan bersamaan dengan usulan penerima bantuan bencana di 4 kecamatan lain. Setidaknya dari 5 kecamatan tersebut terdapat 4.014 usulan. Namun yang bisa diverifikasi hanya 720 penerima.

"Yang layak mendapat bantuan hanya 312. Itu juga bukan semuanya untuk Desa Banjarsari saja, tapi untuk korban bencana di 5 Kecamatan," katanya.

Dia mengakui jika setelah terjadi bencana angin kencang pangalengan pada oktober 2019, pihaknya memberi formulir pendataan kepada Kades Banjarsari.

"Tapi harus diingat, bukan berarti yang mendapat formulir itu serta-merta akan mendapat bantuan. Tapi formulir dijadikan kami untuk proses verifikasi oleh tim. Apakah layak atau tidak mereka mendapat bantuan," katanya.

"Saya tidak tahu apa yang dikatakan Kades kepada masyarakat ketika memberi formulir tersebut," imbuhnya.

Karena hasil dari tim verifikasi hanya 312 orang yang akan mendapat bantuan, Ahmad berharap agar pihak Desa Banjarsari tidak memaksakan semua usulannya bisa diterima.

"Jangan dorong-dorong saya untuk melakukan rekayasa jumlah. Kan misalnya kalau yang rusak hanya genting pecah satu atau dua buah, masa harus diberi bantuan. Tidak lah," tutupnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar