Yamaha

Hujan Deras di Majalengka Sebabkan Jembatan Ambruk dan Tanah Longsor

  Selasa, 21 Januari 2020   Erika Lia
Jembatan Ciherang di Kabupaten Majalengka ambruk setelah hujan deras, Minggu (19/1/2020). (Ayocirebon.com/Ist)

MAJALENGKA, AYOBANDUNG.COM -- Sebuah jembatan yang menghubungkan dua desa di dua kecamatan berbeda di Kabupaten Majalengka ambruk setelah hujan deras turun, Minggu (19/1/2020).

Jembatan Ciherang di Desa Jayi, Kecamatan Sukahaji, itu diketahui menjadi akses bagi warga di Desa Jayi dan Desa Cisetu, Kecamatan Rajagaluh. Akibatnya, jembatan itu hingga kini, Selasa (21/1/2020), tak lagi bisa digunakan.

Hujan deras yang turun sejak Sabtu (18/1/2020) malam hingga dini hari, menurut warga, lebih dahulu terjadi sebelum jembatan itu ambruk. Volume air sungai yang besar sebagai imbas hujan deras itu diduga telah menggerus pondasi jembatan.

Pada Minggu (19/1/2020) pagi, jembatan pun ambruk yang didahului suara keras. Beruntung, tak ada korban jiwa akibat kejadian itu. "Kerugian materil ditaksir Rp600 juta," ungkap Kapolsek Sukahaji Iptu Dadang Supriadi, Senin (20/1/2020).

Pihaknya mengimbau masyarakat Desa Jati tak berada di sekitar jembatan. "Masyarakat sebaiknya tak mendekati jembatan itu untuk mencegah hal-hal yang tak diinginkan," kata dia.

Tak hanya Jembatan Ciherang, hujan deras juga telah mengakibatkan rumah warga di Desa Karayunan, Kecamatan Cigasong, longsor. Berdasarkan informasi, longsor tanah terjadi akibat tergerusnya permukaan bantaran sungai. Satu unit rumah longsor pada bagian belakang pada Minggu (19/1/2020) sore.

"Bagian dapur berupa ruangan seukuran sekitar 2x3 meter milik warga di Desa Karayunan longsor," kata Kapolsek Cigasong AKP Kusdinar, Senin (21/1/2020).

Tidak ada korban jiwa, namun korban merugi sekitar Rp15 juta. Kejadian itu juga menyebabkan jalan sekitar tertutup.

Hujan juga membuat senderan tanah milik warga di Kelurahan Cicenang, Kecamatan Cigasong, longsor. Senderan tanah sepanjang 3 meter dan tinggi 1,5 meter yang longsor menutup setengah badan jalan sekitar.

Pasca kejadian, polisi bersama TNI dan instansi terkait lain membantu warga membersihkan tanah longsoran yang menutupi jalan.

Hujan juga membuat senderan tanah milik warga di Kelurahan Cicenang, Kecamatan Cigasong, longsor. Senderan tanah sepanjang 3 meter dan tinggi 1,5 meter yang longsor membuat setengah badan jalan tertutupi.

Menghadapi situasi tersebut, Kapolres Majalengka AKBP Mariyono mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. "Saat ini intensitas hujan meningkat, masyarakat harus berhati hati dan mewaspadai terjadinya tanah longsor maupun pohon tumbang," jelasnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar