Yamaha

Musim Hujan di Cirebon Seperti Pancaroba, Ini Penjelasan BMKG

  Selasa, 21 Januari 2020   Erika Lia
Ilustrasi cuaca. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

CIREBON, AYOBANDUNG.COM -- Sengatan matahari yang cukup terik sempat meliputi wilayah Cirebon selama beberapa hari. Hujan yang sejatinya rajin mengguyur pada musimnya ini seolah enggan melakukan tugasnya.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kertajati, Kabupaten Majalengka, Devi Ardiansyah menjelaskan, musim hujan yang terasa seperti masa pancaroba tahun ini terjadi akibat anomali cuaca berupa tekanan tinggi.

"Berkurangnya curah hujan belakangan ini terjadi karena ada gangguan cuaca berupa tekanan tinggi di selatan Jawa," terangnya kepada Ayocirebon.com, Senin (20/1/2020).

Tekanan tinggi menurutnya telah mengurangi potensi pertumbuhan awan-awan konvektif atau awan-awan hujan. Namun, kondisi itu diprediksi tidak akan bertahan lama, sehingga cuaca diprakirakan kembali normal dan pembentukan awan-awan hujan masih akan terjadi.

"Bisanya tidak berlangsung lama. Pantauan hari ini sudah tak ada tekanan tinggi tersebut," ujarnya.

Dia memastikan, tekanan tinggi di selatan Jawa itu tak sampai memengaruhi puncak musim hujan. "(Puncak musim hujan) sesuai prediksi yakni pada Februari-Maret," cetusnya.

Musim hujan di Cirebon sendiri diprakirakan masih akan berlangsung hingga awal April 2020. Karenanya, dia mengingatkan tetap perlu diwaspadai potensi hujan lebat disertai angin kencang dan petir yang dapat terjadi selama periode musim hujan ini.

Sementara, seorang warga Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, Nurjati menyebutkan, cuaca panas terik sempat dirasakannya pada sekitar pertengahan pekan lalu.

"Enak sih ada matahari, jemuran baju cepat kering karena ada matahari dari pagi sampai sore," katanya.

Sesekali cuaca berawan menyelimuti Cirebon. Tapi hujan pun hanya turun rata-rata pada malam hari, itu pun dalam jangka waktu singkat.

Panas pada siang dan hujan yang sebentar, dikeluhkannya membuat suhu terasa gerah. Saat dia keluar rumah pun, cuaca panas sebenarnya mengganggu.

Menurutnya, musim hujan kali ini terasa seperti masa pancaroba, di mana matahari dan hujan datang silih berganti.

"Musim hujan tahun ini nggak seperti musim hujan di tahun-tahun sebelumnya yang sering turun dari pagi sampai malam. Sekarang sih, pagi panas, siang atau malam saja yang hujan dan itu pun sebentar waktunya," ungkapnya.

Nuriati sebenarnya mengkhawatirkan musim hujan kali ini akan memengaruhi musim kemarau kelak, terutama pada ketersediaan air.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar