Yamaha

Ibu dan Anak Jadi Korban Ledakan Gas Melon di Cimahi

  Senin, 20 Januari 2020   Tri Junari
Sejumlah petugas membawa korban ledakan elpiji 3Kg atau gas melon ke RSHS. (Ayobandung.com/Tri Junari)

CIMAHI SELATAN, AYOBANDUNG.COM--Dua rumah di Kampung Ciseupan RT. 05 RW. 07 Keluraha Cibeber, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi hancur diledakkan tabung gas melon, Senin (20/1/2020) pukul 16.35 WIB.

Dua orang penghuni rumah Rani Rohani (45) dan putrinya Niken Revania Bangun (13) menjadi korban ledakan tertimpa bangunan dan mengalami luka bakar hingga mendapat perawatan medis di RS Hasan Sadikin Bandung.

Kapolres Cimahi, Kapolres Cimahi AKBP M Yoris Maulana Yusuf Marzuki menerangkan, berdasarkan keterangan saksi dan hasil olah Tempat Kejadian Perkara ledakan diduga berasal dari tabung gas di dapur rumah milik korban.

Ledakan terjadi saat korban Niken menyalakan pemantik api pada kompor gas didapur rumahnya. Kuat dugaan sebelum dinyalakan tabung melon bocor dan gas memenuhi seisi rumah.

"Menurut keterangan saksi kejadian berawal pada saat korban saudari Niken menghidupkan kompor gas untuk memasak tiba-tiba saja meledak. Diduga sebelumnya gas sudah bocor dan memenuhi ruangan rumah sehingga saat pemantik di nyalakan ledakan pun terjadi,"kata Kapolres melalui siaran persnya, Senin (20/1/2020).

AYO BACA : Stok Gas Melon di Cimahi Aman

Akibat ledakan itu rumah milik korban dan rumah tetangganya Siti Jubaedah (40) hancur pada beberapa bagian bangunan. 

Dua korban yang merupakan ibu dan anak mengalami luka bakar hingga harus mendapat perawatan intensif di RS Hasan Sadikin Kota Bandung.

"Dua korban mengalami luka bakar kita fasilitasi untuk mendapat perawatan medis di RS Cibabat dan RSHS Kota Bandung," katanya.

Salah seorang saksi Nia Kurniati (40) menuturkan, saat kejadian Rani ada di dalam rumah bersama putrinya, Niken.

"Kemungkinan yang menyalakan gas itu Niken, karena sebelumnya main di rumah saya terus dia bilang lapar. Memang sudah biasa masak sendiri. Tapi tiba-tiba ada ledakan, kencang sekali," ujar Nia yang rumahnya tepat berada di samping lokasi ledakan.

AYO BACA : Bupati Bandung Barat Tolak Pencabutan Subsidi Gas Melon

Akibat ledakan tersebut, Rani yang sedang melaksanakan solat ashar tertimpa bangunan rumah namun bisa keluar dari reruntuhan rumah. Namun, Niken bisa dievakuasi setelah banyak warga berdatangan.

"Langsung saya teriak minta tolong ke warga buat evakuasi Rani sama Niken. Tapi kalau Rani bisa keluar sendiri, sedangkan Niken harus dibantu warga sama petugas soalnya ada di dapur yang posisinya agak ke bawah tanah," katanya. 

Beruntung, anak bungsu Rani, yakni Naira Nikita Nia Bangun (8), sedang bermain diluar rumah bersama anaknya sehingga tidak ikut menjadi korban ledakan.

" Langsung dua-duanya dibawa ke rumah sakit. Rani dibawa ke RS Dustira, kalau Niken dirujuk ke RSHS soalnya harus dioperasi. Suami sama anak sulungnya lagi di Jakarta, sedang perjalanan pulang juga," jelasnya. 

Sementara keluarga Jubaedah, yang saat kejadian ada 3 orang di dalam rumah, dalam kondisi selamat tanpa mengalami luka. Mereka saat ini mengungsi ke lantai dua masjid setempat.

"Sekarang ke lantai 2 masjid dulu, kalau di rumah bahaya. Dapur sama kamar mandi juga ambruk soalnya. Alhamdulillah tapi keluarga saya selamat semua," tutur Jubaedah.

AYO BACA : Pemerintah Setop Subsidi, Harga Gas Melon Bisa Capai Rp35 Ribu

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar