Yamaha

World Bank Lirik Transportasi Bandung Raya

  Senin, 20 Januari 2020   Tri Junari
[Ilustrasi] Pembangunan rel kereta cepat.(Republika)

CIMAHI, AYOBANDUNG.COM -- World Bank tengah melakukan studi khusus untuk menerapkan transportasi publik yang cocok di Bandung Raya. Hal itu sebagai tindak lanjut kesediaan World Bank dalam membantu program manajemen transportasi massal di Kota Bandung. 

Kepala Bidang Perencanaan Fisik pada Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Cimahi Febri Widyatmoko menerangkan, berdasarkan hasil rapat terakhir bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat, World Bank tengah mengkaji transportasi publik apa yang cocok diterapkan di Bandung Raya.

"World Bank melirik untuk melakukan studi transportasi mana yang cocok. Karena wacana selama ini kan Monorail, Cable Car, LRT. Macam-macam," ungkap Febri, Senin (20/1/2020).

Menurut Febri, kemungkinan hasil studi dari World Bank nanti tidak akan mengubah rencana yang sudah dibahas bersama Pemprov Jabar. 

"Sepertinya tidak akan merubah tapi lebih memastikan apa yang lebih cocok. Studi banyak sekali dari provinsi, dari World Bank akan memberikan rekomendasi," katanya.

Transportasi massal seperti LRT sendiri sudah menjadi wacana untuk diterapkan di Bandung Raya. Salah satunya untuk menunjang keberadaan trayek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB). Kota Cimahi menjadi salah satu wilayah yang terlintasi.

Berdasarkan hasil rapat sebelumnya di tahun 2019, sistem transportasi massal berupa pembangunan LRT Bandung Raya Koridor Barat-Timur akan dimulai dari Leuwipanjang-Cimahi-Padalarang-Ciburuy dengan total panjangnya mencapai 20,12 kilometer

Trayek monorel LRT khusus di Kota Cimahi akan melintas sepanjang Jalan Amir Mahmud, mulai dari Cibeureum-Cimindi sampai dengan Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Hasil study trase sebelumnya juga muncul usulan tujuh segmen untuk menunjang transportasi massal LRT Bandung Raya. Segmen I adalah Leuwipanjang-Caringin-Pasirkoja, segmen 2 Pasirkoja-Cibeureum.

Segmen 3 Rajawali-Cimindi, segmen 4 Cimindi-Cibabat, segmen 5 Cihanjuang-Alun-alum Cimahi, segmen 6 Cimahi-Kota Baru Parahyangan dan segmen 7 Padalarang-Ciburuy. 

Khusus di Kota Cimahi, stasiun monorel itu akan dibangun di lima lokasi berbeda, yakni di Cimindi, Cibabat, Cihanjuang, Alun-alun Cimahi dan Sangkuriang.

Untuk mendukung kebijakan Pemprov Jabar itu, terang Febri, pihaknya sudah memasukan trase transportasi masal itu ke dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Cimahi saat ini tengah direvisi.

"Kita mendukung kebijakan dari provinsi. Ada 5 titik yang akan kita akomodir revisi RTRW. Titik-titik sudah ditetaokan, kita harus mendukung apalagi Cimahi ini lintasan," katanya.

Febri melanjutkan, sebagai wilayah yang akan terlintasi transportasi massal, pihaknya akan menunggu dan mengikuti keputusan dari Pemprov Jabar. 

"Kayanya masih lama. Minimal 2020 ini memastikan. Setelah fiks pertama bikin DED, FS," katanya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar