Yamaha

Bupati Bandung Didesak Copot Kadisdik

  Minggu, 19 Januari 2020   Mildan Abdalloh
Bupati Bandung Dadang M. Naser. (Humas Kabupaten Bandung)

SOREANG, AYOBANDUNG.COM -- Forum Orang Tua Siswa (Fortusis) Kabupaten Bandung mendesak Bupati untuk mengganti Kepala Dinas Pendidikan karena tidak mampu melakukan pembinaan bawahannya.

Ketua Fortusis Kabupaten Bandung, Nurdin Sobari, mengatakan selama Disdik dibawah kendali Juhana, setidaknya ada 3 kasus besar yang melibatkan bawahannya.

Kasus pertama adalah dugaan penggelapan pajak dengan kerugian negara mencapai Rp7 miliar pada 2014 silam.

Seorang pejabat di Disdik dijatuhi hukuman 9 tahun penjara dalam kasus tersebut.

Kasus kedua adalah pengadaan buku sejarah Kabupaten Bandung pada 2015, seorang pejabat Disdik divonis 5 tahun karena tersandung kasus tersebut.

AYO BACA : Ikut Penjaringan Cabup, Pejabat Disdik Kabupaten Bandung Terancam Sanksi

"Sekarang seorang pejabat juga terkena OTT Satgas Saber Pungli," tutur Nurdin, Minggu (19/1/2020).

Semua kasus tersebut terjadi dibawah kepemimpinan Kadisdik saat ini. Walaupun beberapa tahun lalu jabatannya sempat digantikan oleh pejabat orang lain.

Dengan tiga kasus hukum besar melibatkan pejabat di lingkungan Disdik, kata Nurdin, menunjukan Kadisdik tidak mampu melakukan fungsi pengawasan dan pembinaan terhadap bawahannya.

"Kalau memang benar Bupati Bandung Pak Dadang M Naser punya komitmen terhadap pemberantasan korupsi dia harus berani memberhentikan Kadisdik Juhana. Karena meskipun ketiga kasus itu tidak menyeret Juhana tapi sebagai atasan terbukti gagal melakukan pembinaan dan pengawasan yang baik pada bawahannya," katanya.

Nurdin juga mendorong agar Ditkrimsus Polda Jabar untuk mengusut tuntas kasus pungli yang melibatkan pejabat Disdik beberapa waktu lalu.

"Sebagai masyarakat tentunya kami sangat berterimakasih atas pengungkapan kasus pungli oleh Tim Saber Pungli Jabar dan Dirkrimsus Polda Jabar itu. Dan kami juga memberikan dukukan pada Polda Jabar agar mengusut tuntas kasus ini, jangan seperti yang sudah sudah berhenti di satu nama orang saja," katanya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar