Yamaha

Pengusaha Muda KBB Siap Hadapi Industri 4.0

  Jumat, 17 Januari 2020   Tri Junari
Wakil Bupati Bandung Barat Hengki Kurniawan saat menghadiri pelantikan pengurus HIPMI Kabupaten Bandung Barat di Ngamprah, Jumat (17/1/2020). (Ayobandung.com/Tri Junari)

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM--Pemerintah Kabupaten Bandung Barat siap berkolaborasi dengan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) untuk mencetak para pengusaha baru. Selain untuk menumbuhkan kemandirian, hal itu juga dilakukan guna meningkatkan ekonomi kerakyatan.

"Kami siap berkolaborasi, jadi apa saja yang dibutuhkan HIPMI untuk menjaring pengusaha baru, itu akan kami upayakan. Selain itu, juga kami terus mendorong agar mereka melakukan inovasi dan kreativitas," kata Wakil Bupati Bandung Barat Hengki Kurniawan seusai menghadiri pelantikan pengurus HIPMI Kabupaten Bandung Barat di Ngamprah, Jumat (17/1/2020).

Menurut Hengki, tantangan para pengusaha muda menghadapi revolusi industri 4.0 cukup berat karena dihadapkan pada persaingan bebas terutama di dunia digital. Untuk itu, mereka harus senantiasa berinovasi untuk meningkatkan usaha mereka.

Dia juga mengungkapkan, produk-produk dari Kabupaten Bandung Barat saat ini sudah bisa bersaing dengan daerah-daerah lain. "Bahkan, banyak juga yang sudah sukses, seperti di Padalarang ada UMKM yang omsetnya mencapai Rp 3 miliar/bulan hanya dengan jualan ciblak," katanya. 

Di Bandung Barat, saat ini Hipmi memiliki anggota sekitar 100 orang yang berusia 20-40 tahun. Mereka memiliki usaha di berbagai bidang, seperti kuliner, fashion, dan kerajinan. 

Sementara itu, kegiatan pelantikan kemarin juga dihadiri para pengurus HIPMI Jabar, serta perwakilan HIPMI dari daerah-daerah lain di Jabar. Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri sejumlah pengusaha dari berbagai daerah.

Salah seorang pengusaha properti, Rayhan Nur Adithia mengungkapkan, saat ini para pengusaha sudah banyak yang beralih dari offline ke online ataupun menjalankan keduanya. 

Keberadaan HIPMI dibutuhkan untuk mengarahkan para pengusaha muda agar bisa berkolaborasi baik dengan pemerintah daerah maupun pihak lainnya dalam mencetak dan menginspirasi para pelaku usaha lainnya.

"Rata-rata kan, masalah pelaku usaha itu ada tiga, yaitu pemasaran, pendampingan, dan permodalan. Dari ketiganya, permodalan yang paling krusial," kata Calon Ketua Umum HIPMI Jabar 2020-2023 ini.

Ketua Panitia Pelantikan HIPMI KBB Saeful Rahman mengungkapkan, sejauh ini kegiatan di HIPMI di antaranya berupa penguatan akses dan permodalan serta pemanfaatan teknologi dalam memperluas pemasaran. 

Selain itu, HIPMI juga mendorong para pengusaha untuk memiliki kepedulian sosial terhadap masyarakat sekitar.

"Seperti dalam kegiatan hari ini (kemarin), kami juga mengumpulkan koin untuk para korban banjir di Bandung Barat. Ini untuk membantu meringankan beban mereka pascabanjir," katanya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar