Yamaha

Pembangunan KCIC di KBB Sisakan Masalah Lingkungan

  Jumat, 17 Januari 2020   Tri Junari
Sejumlah warga menyaksikan pembangunan proyek Kereta Cepat Bandung-Jakarta yang dikerjakan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) di Kabupaten Bandung Barat. (Ayobandung.com/Tri Junari)

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM--Warga sekitar proyek Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) di Kampung Lebaksari, Desa Mekarsari, Kecanatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB) menilai adanya pengerjaan proyek pemerintah itu merusak kondisi lingkungan sekitar.

Mereka menilai selama pengerjaan proyek yang sudah berlangsung kurang lebih 7 bulan hanya menyisakan berbagai masalah lingkungan seperti polusi debu, kebisingan bahkan terbukti mengundang bencana banjir bandang di sekitar Underpass Padalarang.

Enok (70) warga RT01 RW02 Kampung Lebaksari menilai sejak adanya proyek KCIC di sekitar rumahnya tidak memberi nilai positif pada warga sekitar. Polusi udara dari debu beterbangan setiap hari menyebabkan pernapasan terganggu.

Bukan hanya polusi udara, pengerjaan pengeboran yang dilakukan 24 jam juga mengganggu waktu istirahat warga. Dentuman bor raksasa kerap memekakan telinga hingga terdengar radius 1 kilometer.

AYO BACA : KCIC Buang Limbah Semen, Puluhan Hektar Sawah di Cikalongwetan Tercemar

"Itu kan ngerjainnya tengah malam juga, suara bor itu bisa terdengar ke rumah warga sejauh 1 kilometer. Apalagi saya hanya 20 meter dari lokasi pengeboran, tiap hari enggak bisa tidur nyenyak," ujarnya kepada Ayobandung.com, Jumat (17/1/2020).

Pengerjaan proyek Kereta Cepat bernilai triliunan rupiah itu juga tidak mengindahkan ekologi lingkungan sekitar Underpass Padalarang. KCIC malah merekayasa saluran air jadi lebih sempit agar truk besar dan alat berat bisa melintas.

"Sebelum ada proyek saluran air itu lurus dan besar, tapi malah dibuat gorong-gorong kecil katanya supaya alat berat bisa melintas. Bilangnya sementara tapi malah di cor," ucapnya.

Pengerjaan yang dinilai hanya mementingkan kebutuhan proyek itu berimbas pada kejadian bencana banjir bandang di sekitar underpass padalarang beberapa pekan silam. 

AYO BACA : Pengeboman Jalur KCIC Bikin Retak Rumah Warga Cikalong Wetan

Puluhan rumah warga sekitar terendam sekitar 2 meter hingga semua harta benda didalam rumah rusak dan terbuang.

"Mereka itu bangun enggak tanya-tanya dulu ke warga sekitar, bahkan sebelum banjir warga sudah minta aliran air jangan diganggu. Ini malah dibuat berbelok dan kecil, ya meluap lah," katanya.

Hingga saat ini, lanjut Enok, warga masih menagih janji KCIC yang akan melakukan normalisasi sungai dengan mengeruk saluran air dan memberikan kompensasi dampak negatif proyek pada warga.

"Ini udah tiga minggu sejak banjir mana enggak ada pengerukan sungai, yang kita ingin bukan menghalangi proyek tapi jaga lingkungan sekitar juga dong,"ujarnya.

Warga lainnya Deni (42) mengaku kompensasi dampak negatif dari KCIC untuk warga tidak didapat merata dan tepat sasaran. Ada warga yang letaknya sekitar 15 meter dari pengeboran tidak mendapat kompensasi sementara rumah jaraknya jauh dapat.

"Tahunya kita dikasih uang Rp500 ribu dari RT, padahal kita belum pernah ikut rapat sebelumnya," ujar dia.

AYO BACA : Aa Umbara Tuding KCIC Biang Kerok Banjir di Underpass Padalarang

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar