Yamaha

[Lipkhas] Pusat Perbelanjaan di Bandung Sudah Patuhi Regulasi Parkir?

  Sabtu, 18 Januari 2020   Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Bandung Indah Plaza (BIP). (Ayobandung.com/Eneng Reni)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM --Beberapa waktu lalu, warga Kota Bandung sempat mengeluhkan tarif parkir yang diberlakukan oleh pengelola pusat perbelanjaan. Hal ini bermula dari tarif parkir dengan durasi di bawah 10 menit yang tidak gratis. Padahal jika merujuk dari Peraturan Daerah Kota Bandung, pengguna yang parkir dengan durasi di bawah 10 menit seharusnya terbebas dari biaya. 

Berdasarkan Peraturan Walikota Bandung nomor 1005/2004 tentang Sewa Parkir dan Petunjuk Teknis Pengelolaan Perparkiran di Gedung dan Pelataran disebutkan parkir dibawah 10 menit gratis. Secara lengkap aturan yang termaktub dalam Bab VII Pasal 12 soal Bebas Pungutan Karcis berbunyi:

"Untuk seluruh kendaraan yang mengantar jemput penumpang, melintas/lewat atau tidak mendapatkan ruang parkir di pelataran parkir plaza, pusat pembelanjaan, perkantoran, dan hotel tetap diberikan karcis sewa parkir dan/atau dokumen lain yang dipersamakan sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 yang waktunya dibatasi paling lama 10 (sepuluh) menit dan jika melebihi waktu tersebut tetap dikenakan pungutan karcis".

Menanggapi kondisi ini, Marcomm manager Istana Plaza dan BIP, Aditia Fahmi mengatakan, sedianya pihaknya telah mengikuti arahan dari pemerintah terkait Perwal Kota Bandung Nomor 1005 tahun 2014. 

Untuk diketahui, Perwal mengatur harga sewa parkir di Kota Bandung yakni ada di angka Rp3.000 untuk roda empat, Rp2.000 untuk roda tiga, sedangkan Rp1.500 untuk roda dua. Tarif tersebut berlaku untuk satu jam pertama. 

AYO BACA : Long Weekend: Pengunjung BIP Naik 2%

Sementara untuk jam-jam berikutnya akan dikenakan tarif yang sama sesuai harga satu jam pertama. Tarif maksimum parkir 24 jam sebesar Rp10.000 untuk roda empat dan roda tiga, sementara untuk roda dua Rp6.000.

"Kalau di IP maupun di BIP karena saya pegang dua mal di bawah Lippo, kita sebetulnya untuk peraturan kita mengikuti sesuai arahan dari pemerintah terkait Perwal Kota Bandung Nomor 1005 tahun 2014. Aturan lahan dan kapasitas parkir juga kita sudah ikuti sesuai aturan yang ada di Perwal, tarif grass periode, marka parkir, sudah sesuai arahan pemerintah. Karena kita rasa tidak ada yang memberatkan, kita sesuai standardisasi kenyamanan dan keselamatan pengunjung," kata Aditia kepada Ayobandung.com, Jumat (17/1/2020).

Aditia juga menegaskan, untuk pengelolaan parkir di pusat perbelanjaannya telah menyesuaikan dengan merujuk dari Peraturan Daerah Kota Bandung, terkait durasi di bawah 10 menit terbebas dari biaya. 

"Yang ramai kemarin soal masalah grass periode, kalau itu juga sudah sesuai aturan. Dan kita rasa ini sangat baik dan tidak merugikan pengunjung. Terlebih lagi kan (10 menit itu) terkadang hanya drop off atau lewat saja. Kadang parkiran saking ramainya mal maka tidak ada tempat parkir di dalam akhirnya mereka lewat, itu pun kita tidak kenakan karena 10 menit awal kita gratiskan," ucapnya.

Sementara itu, menanggapi kajian Pemerintah Kota Bandung mengenai kemungkinan kenaikan tarif parkir pusat perbelanjaan mal, pihak tak mempermasalahkan hal tersebut. Namun menurut Aditia, yang harus dijaga adalah jangan sampai karena pemerintah ingin menaikkan retribusi pajak dari setiap mal, kemudian masyarakat lah yang akhirnya terbebani.

AYO BACA : Sesuai Perwali, Parkir di Mal Dibawah 10 Menit Gratis!

"Kalau dari kami terkait kajian itu dari kami selama tidak merugikan pengunjung, dan tidak membuat rugi atau turunnya tingkat kunjungan ke mal. Terutama kalau pengunjung mendapatkan yang terbaik kita mendukung peraturan pemerintah saja. Karena kan pelaku usaha mal bukan kami, kami hanya pengelola kami menyediakan tempat untuk ratusan tenant yang ada, makanya itu yang kami jaga," katanya.

Parkir memang menjadi daya tarik bagi masyarakat ketika mereka ingin datang ke sebuah pusat perbelanjaan. Adanya fasilitas parkir yang memadai dan tarif yang lebih murah bisa membuat masyarakat memilih pusat perbelanjaan tersebut. 

Namun kekhawatiran lain muncul bila kenaikan tarif parkir di pusat perbelanjaan khususnya mal meningkat diprediksi membuat menjamurnya parkir-parkir liar di jalan. 

Terlebih, selama ini banyak parkir liar di dekat mal dikarenakan pengguna kendaraan tidak ingin membayar banyak ketika mereka akan berlama-lama di mal.  Maka ketika tarif parkir mal dinaikkan kemungkinan besar penggunaan parkir liar semakin diminati. 

Namun, dari sisi pengelola pusat perbelanjaan, Aditia menyarankan masyarakat untuk tidak memarkirkan kendaraannya di kantung-kantung parkir liar. Hal ini kata Aditia, untuk menjaga kendaraan masyarakat dari hal-hal yang tak diinginkan.

"Terkait ketertiban dan kenyamanan, pasti kan namanya parkir liar tidak aman. Sementara kalau parkir di lahan parkir yg ditentukan dari fasilitas ada CCTV, ada pengamanan, ada security juga," ujarnya.

AYO BACA : Tarif Parkir Naik, Parkir Liar Bakal Menjamur

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar