Yamaha

Perampas Ponsel Pedagang Roti Bakar di Cirebon Sempat Sewa Apartemen di Bandung

  Jumat, 17 Januari 2020   Erika Lia
Kapolres Cirebon Kota, AKBP Roland Ronaldy (depan, ketiga dari kiri) menunjukkan barang bukti, di antaranya Sajam, yang digunakan terduga pelaku curas dengan korban pedagang roti bakar.(Ayocirebon.com/Erika Lia)

CIREBON, AYOBANDUNG.COM -- Salah seorang terduga pelaku perampasan telepon seluler milik seorang pedagang roti bakar di Kota Cirebon diketahui sempat menyewa apartemen di Bandung. 

Sementara, uang hasil penjualan barang rampasan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

AR (20), warga Kecamatan Beber, Kabupaten Cirebon, menjadi salah satu terduga pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) bersama ketiga rekannya.

Mereka merampas telepon seluler dan mengancam korban MJ, seorang pedagang roti bakar di Jalan Mangga Raya I, Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, pada 10 Januari 2020 dini hari.

Dalam aksinya yang terekam kamera pengawas di salah satu bangunan di sekitar lokasi kejadian, AR dan seorang terduga pelaku lain yang masuk daftar pencarian orang (DPO), mengancam MJ dengan senjata tajam jenis golok dan pedang panjang.

Selain merampas barang milik MJ yang kala kejadian tengah menonton sholawatan di telepon selulernya, AR belakangan diduga pula telah merusak gerobak dagangan korban dengan memecahkan kacanya.

Pasca kejadian, para pelaku pun buron. Pengakuan AR, telepon seluler milik MJ dijualnya seharga sekitar Rp600.000 ke salah satu counter telepon seluler. Uangnya kemudian dia gunakan untuk memenuhi kebutuhan.

"Handphone dijual Rp600.000 untuk bayar kosan, makan, dan hiburan," akunya di hadapan petugas Polres Cirebon Kota, Jumat (17/1/2020).

AR sendiri sempat melarikan diri ke Bandung setelah rekaman aksinya terhadap MJ disebarkan dan menjadi viral di media sosial. Di Kota Kembang, dia ketahuan menyewa satu unit apartemen.

Meski berusaha menghilangkan jejak, pelarian AR akhirnya tercium pula aparat Polres Cirebon Kota. Dia pun dibekuk polisi, setelah sebelumnya mengamankan seorang terduga pelaku lain, TS, warga Kecamatan Tengahtani, Kabupaten Cirebon, di Cirebon.

"Salah satu terduga pelaku (AR) kami amankan di salah satu kamar apartemen yang disewanya di Cihampelas, Bandung," ungkap Kapolres Cirebon Kota, AKBP Roland Ronaldy, hari ini.

Dia mengaku, sempat dihadapkan pada aral di tengah upayanya melacak jejak AR. Bandung diketahui merupakan kota yang lebih luas dan padat penduduk ketimbang Kota Cirebon.

Di tengah proses penangkapannya, AR terkena tembakan yang dimuntahkan polisi. Roland meyakinkan, tindakan itu dilakukan setelah AR diduga hendak kembali mencoba melarikan diri.

"Kami terpaksa bertindak tegas dan terukur karena saat hendak ditangkap, pelaku (AR) berusaha melarikan diri," tegasnya.

Dalam rekaman kamera pengawas yang tersebar di media sosial pasca kejadian, terlihat korban MJ tengah menunggu pembeli sambil menonton sholawatan pada smartphone miliknya.

Tiba-tiba, dari arah Jalan Ciremai Raya (Perumnas), datang pelaku yang diduga berjumlah empat orang yang berboncengan mengendarai dua unit sepeda motor.

Dua orang di antara mereka lalu menghampiri korban seraya menenteng golok dan pedang.

Salah seorang dari mereka, diduga AR, tampak menodongkan golok ke arah korban. Sementara seorang pelaku lain yang masih buron mengawasi dan sempat mengeluarkan pedang dari sarungnya.

Dari gerakan tubuhnya, AR yang kala itu mengenakan pakaian hitam dan membelakangi kamera pengawas, terlihat menggertak korban.

Pelaku berbaju hitam-hitam itu kemudian merampas smartphone korban seraya mengayunkan tangannya yang memegang golok.

Dia diduga menyabetkan goloknya ke arah kursi plastik yang sebelumnya dijadikan sandaran kaki korban saat tengah menonton sholawatan. Kursi plastik kini menjadi salah satu barang bukti yang diamankan polisi dari kedua terduga pelaku yang telah diamankan.

Saat AR menggertak dan merampas smartphone korban, seorang pelaku lain bercelana hitam dan mengenakan helm biru, berdiri tak jauh dari keduanya. Pelaku satu ini sempat mencabut pedang dari sarungnya, setelah AR merampas smartphone korban.

"Dua pelaku lain diduga menunggu di atas sepeda motor. Kemudian, para pelaku kabur ke arah Pamengkang (termasuk Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon)," beber Roland.

Menurutnya, setelah kejadian, korban tak langsung melaporkannya kepada polisi. Namun, anggota Polsek Selatan Timur (Seltim) menyelidiki dan mencari informasi soal kejadian itu, sebelum kemudian mengamankan dua terduga pelaku.

Polisi masih memburu dua pelaku lain yang telah dikantongi identitasnya dalam kejadian ini.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar