Yamaha

DLH Jabar Sebut Ada 161 Kasus Pelanggaran Usaha di Citarum

  Kamis, 16 Januari 2020   Nur Khansa Ranawati
Pembuangan limbah ke sungai. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM--Saat ini, terdapat 161 kasus pelanggaran hukum yang dilakukan oleh sejumlah perusahaan di sepanjang Sungai Citarum. Seluruh kasus tersebut tengah diproses, dimana salah satu bentuk pelanggarannya yang banyak disoroti adalah berkenaan dengan pencemaran lingkungan.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jawa Barat Prima Mayaningtias. Dia menyebutkan, proses hukum dari ke-161 kasus tersebut bersifat dinamis.

AYO BACA : Industri di Dayeuhkolot Bandel

"Di Citarum ada 161 kasus yang masih diproses hukum. Prosesnya bergerak terus dan dinamis," ungkapnya ketika ditemui selepas menjadi pembicara di acara Jabar Punya Informasi (Japri) di Gedung Sate, Bandung, Kamis (16/1/2020).

Dia mengatakan, sebanyak 9 kasus pelanggaran lainnya di kawasan Citarum telah dinyatakan inkrah. Sementara sebanyak 3 kasus diketahui dari proses tangkap tangan.

AYO BACA : Polisi dan DLH Tindak Industri Pembuang Limbah

"Selalu ada proses hukum bagi pengusaha yang melanggar, dan telah dilakukan verifikasi oleh DLH Jabar," ujarnya.

Prima menyebutkan, menjelang puncak musim hujan, seluruh pihak yang terlibat dalam pengelolaan Sungai Citarum harus senantiasa waspada dengan penigkatan aktivitas pelanggaran usaha di natara industri yang berada di sekitar Citarum.

Pasalnya, dia mengatakan, banyak di antara industri yang kerap membuang limbah ke dalam sungai bersamaan dengan turunnya hujan.

"Setiap sektor harus dilihat, mereka (pengusaha) biasanya membuang limbah ketika air sungai meluap agar tidak kelihatan. Ini harus diawasi dan diteliti," ujarnya. 

AYO BACA : Masalah Utama Sungai Citarum Adalah Limbah Padat dan Industri

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar