Yamaha

Ridwan Kamil Ingin Masyarakat Menengah Atas Suka ke Pasar Tradisional

  Kamis, 16 Januari 2020   Dadi Haryadi
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat berkunjung ke Pasar Cihapit, Kota Bandung, Kamis (16/1/2020). (Ayobandung.com/Dadi Haryadi)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM -- Gubernur Jawa Barat RIdwan Kamil mengatakan Pemprov terus mendorong revitalisasi pasar tradisional melalui program Pasar Rakyat Juara. Hal ini dilakukan demi menghilangkan citra pasar yang kerap dianggap kumuh, kotor dan semrawut.

"Kami akan terus mendorong revitalisasi pasar tradisional agar lebih nyaman. Salah satu targetnya, masyarakat kelas menangah atas menjadi suka ke pasar tradisional, selfie-selfie di pasar tradisional," ujar Gubernur yang kerap disapa Emil ini saat berkunjung ke Pasar Cihapit, Kota Bandung, Kamis (16/1/2020).

Menurutnya, pasar tradisional memiliki keunggulan yakni mampu membangun komunikasi yang intens antara pembeli dan penjual. Hal ini tidak akan didapatkan di pasar modern.

Selain nyaman, pihaknya juga ingin pasar tradisional memiliki beragam kegiatan untuk mampu menarik masyarakat untuk mau berkunjung.

"Harus ada kegiatan lain di Pasar Tradisional supaya ramai, kalau bisa 24 jam. Selain itu, pasar traadisional juga dihadapkan tantangan digital, jika hal tersebut dilakukan maka saya yakin akan men-double-kan transaksi," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Indag Provinsi Jawa Barat M Arifin Soendjayana menjelaskan pada tahun 2020, pihaknya akan merevitalisasi 10 pasar rakyat dan 1 pasar kreatif. Adapun program ini bertujuan agar pasar memiliki Standar Nasional Indonesia (SNI).

Adapun besaran bantuan keuangan untuk revitalisasi pasar rakyat ini bervariasi, mulai Rp6 miliar, Rp10 miliar, dan Rp15 miliar sesuai hasil verifikasi yang telah dilakukan ke lapangan.

“Tujuan program ini agar pasar rakyat dapat berdaya saing tanpa menyampingkan unggulan lokal dan budaya,” kata Arifin.

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Indag Provinsi Jawa Barat Eem Sujaemah menuturkan dalam pembangunan pasar rakyat yang direvitalisasi ini, terdapat beberapa koridor yang harus diperhatikan. Di antaranya yakni bentuk atap pasar, memiliki ciri khas Jawa Barat (Gedung Sate), dan ada simbol dari kota/kabupaten di pasar rakyat yang dibangun tersebut. Bentuk atap pasar yang akan dibangun, kata Eem, terdapat tiga pilihan yakni bentuk Julang Ngapak, Tagog Anjing, dan Badak Heuay.

“Adanya nomenklatur-nomenklatur di pasar rakyat yang direvitalisasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat ini dikarenakan bantuan pembangunan tersebut sifatnya bantuan keuangan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat kepada kabupaten/kota. Pemerintah provinsi sebagai mediator pemerintah pusat di daerah. Selain itu, pemerintah provinsi sangat berkomitmen dalam pengembangan pasar rakyat di Jawa Barat,” ujar dia.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar