Yamaha

Warga Indramayu Temukan Gentong Raksasa Misterius Tertimbun di Lahan Kosong

  Kamis, 16 Januari 2020   Erika Lia
Sebuah gentong raksasa ditemukan tertimbun dalam tanah di Desa Jangga, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu. (Ayocirebon.com/Erika Lia)

INDRAMAYU, AYOBANDUNG.COM -- Sebuah benda menyerupai guci atau gentong raksasa yang diduga merupakan tempat penyimpanan ditemukan di Desa Jangga, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu. Masyarakat setempat menemukannya di lahan kosong eks Kantor Pegadaian Losarang.

Setinggi lebih dari 5 m dan berdiameter 2 m, bangunan itu berbahan batu bata merah dengan ujungnya yang menyerupai mulut guci atau gentong. Warga sekitar menyebut kemungkinan adanya "gentong raksasa" lain yang masih tertimbun dalam tanah.

Setelah ditemukan, sejumlah warga berusaha menggali tanah di sekitar "gentong raksasa" itu. Mereka ingin mengetahui struktur bangunan secara keseluruhan.

Hasilnya, tak ada temuan lain yang berkaitan dengan struktur bangunan. Hanya, penggalian itu menguak informasi keberadaan "gentong raksasa" lain yang diduga tertimbun di bawah bangunan Kantor PLKB di area Kantor Kecamatan Losarang.

AYO BACA : Dikira Batu Akik, Temuan Warga Indramayu Ini Ternyata Fosil Gajah Purba

Sesepuh Desa Jangga, Amin Mbay mengungkapkan, gentong raksasa itu diperkirakan berasal dari sekitar 1950. "Kira-kira sezaman dengan eks Kantor Pegadaian yang sempat dibakar pada masa DI/TII pada 1955-1960," tuturnya seraya mengaku, tak mengetahui fungsinya.

Whats-App-Image-2020-01-16-at-11-39-11-AM

Sebuah gentong raksasa ditemukan tertimbun dalam tanah di Desa Jangga, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu. (Ayocirebon.com/Erika Lia)

Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Indramayu sendiri telah melakukan pendataan awal dan mengumpulkan informasi dari masyarakat terkait struktur bangunan itu.

AYO BACA : Tengkorak Manusia Ditemukan Dekat Makam Bersejarah di Indramayu

Ketua TACB Indramayu, Dedy Musashi menyebutkan, dari pendataan awal diketahui bangunan menyerupai sumur tersebut terbuat dari bata merah yang tersusun dengan perekat bahan yang sama, berupa bubuk bata dicampur kapur.

"Struktur bangunan yang ditemukan warga di Losarang ini berfungsi sebagai wadah penyimpanan," jelasnya.

Sejauh ini, pihaknya belum menemukan keterkaitan dengan Kantor Pegadaian yang ada di lokasi temuan. Menurutnya, TACB pun beroleh informasi temuan serupa di Kantor Pegadaian di Kabupaten Majalengka.

"Tapi, (di Majalengka) tak sebesar ini (Indramayu). Kami masih belum tahu fungsinya," ungkap dia.

Temuan itu pun telah diinformasikan pihaknya ke Balai Arkeologi Jawa Barat di Bandung serta Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) di Banten.

AYO BACA : Dijadikan Tutup Septic Tank, Nisan Peninggalan Belanda Direlokasi

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar