Yamaha

Tahun 2019, Silpa KBB Turun Jadi Rp170 Miliar

  Rabu, 15 Januari 2020   Tri Junari
Ilustrasi SILPA. (istimewa)

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM--Serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bandung Barat pada 2019 lalu masih menyisakan sisa lebih pembiayaan anggaran (Silpa) sebesar Rp170 miliar. 

Jumlah tersebut berdasarkan hasil hitungan antara Pemerintah Daerah bersama Badan Anggaran (Bangar) DPRD Kabupaten Bandung Barat.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Bandung Barat, Agustina Piryanti mengatakan, Silpa tersebut bisa saja akan kembali bertambah setelah dilakukan pemeriksaan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

"Silpa yang sudah kami bahas bersama DPRD dan sudah ketuk palu, itu di angka Rp170 miliar. Jumlah itu tentu mengalami penurunan dibanding tahun lalu, yang tak pernah kurang dari Rp200 miliar. Tetapi jumlah Silpa sesungguhnya akan diketahui setelah ada pemeriksaan dari BPK pada Maret 2020 nanti," ujar Agustina di Ngamprah, Rabu (15/1/2020).

Agustina menyebutkan, BPKAD mencatat total realisasi belanja daerah pada 2019 sebesar Rp2,9 triliun dari total APBD Kabupaten Bandung Barat Rp3,2 triliun. Sehingga masih ada sisa anggaran Rp330 miliar.

AYO BACA : Pemkab Bandung Barat Bantah Penyaluran Duit Bansos Bermasalah

Dari sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Bandung Barat, serapan APBD tertinggi dilakukan oleh Satpol PP dan Dinas Pemadam Kebakaran, yaitu mencapi 97 persen. Sedangkan OPD paling lesu adalah Dinas Kesehatan, yang hanya bisa menyerap anggaran sebesar 60 persen.

"Kabar baik justru datang dari target pendapatan asli daerah (PAD) tahun 2019. Dari target awal Rp596 miliar, pencapaian pendapatan terkunci diangka Rp512 miliar atau 85 persen," katanya.

Agustina mengaku, dibanding tahun lalu persentase target PAD memang menurun. Tapi, dilihat dari sisi jumlah nominal uang justru mengalami peningkatan. Hingga saat ini, sektor PAD Kabupaten Bandung Barat bersumber dari pajak daerah dan retribusi daerah.

"Objek pajak daerah meliputi pajak hotel, pajak restoran, pajak hiburan, pajak reklame, pajak penerangan jalan (PPJ), pajak minirel bukan logam, pajak parkir, pajak air tanah, pajak bumi dan bangunan (PBB), dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB)," terangnya.

Dirinya menambahkan, target pajak daerah pada 2019 Rp450 miliar, realisasinya Rp378 miliar atau 84 persen. Dari 10 jenis objek pajak, realisasi paling tinggi dari BPHTB yang mencapai 144 persen.

"Nah ini transaksi tanah di Kabupaten Bandung Barat cukup tinggi, mudah-mudahan tahun 2020 bisa meningkat sehingga mendongkrak pendapatan asli daerah," katanya. 

AYO BACA : 1.737 Paket Pekerjaan APBD KBB Rampung

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar