Yamaha

KPUD Tasikmalaya: Penangkapan Wahyu Setiawan Coreng Citra KPU

  Rabu, 15 Januari 2020   Irpan Wahab Muslim
kantor KPUD Kabupaten Tasikmalaya. (Ayotasik.com/Irpan Wahab Muslim)

TASIKMALAYA, AYOBANDUNG.COM -- Ketua KPU Kabupaten Tasikmalaya Zamzam Zamaludin mengaku menyayangkan penangkapan Komisioner KPU RI Wahyu Setiawan. Zamzam menambahkan, operasi tangkap tangan (OTT) itu mencoreng citra KPU, mulai dari pusat hingga ke daerah.

Menurut Zamzam, KPU merupakan salah satu lembaga negara terbesar di Indonesia yang dipercayai oleh publik dalam melaksanakan tugas pemilihan umum (pemilu).

AYO BACA : Usai Penangkapan Wahyu Setiawan, KPU Klaim Masih Bersih

"Maka ini menjadi sebuah cambuk buat kami, pertama kita harus betul-betul menjaga etika kita selaku penyelenggara pemilu, melaksanakan tugas sesuai kode etik dan aturan yang menjadi pedoman kita dalam tugas," kata Zamzam, Selasa (14/1/2020).

Bagi KPU di daerah, kata Zamzam, insiden ini bisa menjadi pengingat. Sebaik apapun dalam melaksanakan tugas, kata dia, godaan itu pasti selalu ada.

AYO BACA : DPR Bakal Cecar KPU Soal OTT Wahyu Setiawan

Zamzam menambahkan, setiap langkah dan gerak KPU sepenuhnya diawasi, tidak hanya oleh masyarakat, tetapi juga oleh penegak hukum, termasuk Allah SWT.

"Kita harus menjaga profesionalitas kita, dan integritas kita sebagai pelaku penyelenggara pemilu di Indonesia ini. Dan kita juga tidak keberatan jika penegak hukum yaitu KPK turun ke daerah," paparnya.

Terkait kasus OTT terhadap komisioner KPU itu, pihaknya khawatir partisipasi masyarakat pada pelaksanaan pemilu, termasuk Pilkada 2020, akan menurun. "Tapi kita maksimalkan ikhtiar kita, agar partisipasi itu di atas angka 72 persen sesuai target kita," ujarnya.

AYO BACA : Jokowi Didesak Tetapkan Komisioner KPU Baru

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
-->

   Komentar