Yamaha

Mengapa Singapura Membeli F-35?

  Selasa, 14 Januari 2020   Netizen Sjarifuddin
F-35. (Wikipedia)

AYOBANDUNG.COM -- Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat baru-baru ini menyetujui penjualan satu skuadron, 12 unit, pesawat tempur multiperan F-35 B kepada Singapura. Dalam konteks kebijaksanaan luar negeri, ini berarti posisi Singapura setara dengan Ingggris, Australia, Israel, Polandia, Uni Emirat Arab, Finlandia, Swiss, Korea Selatan dan sejumlah sekutu dekat AS lainnya. Negara-negara tersebut telah atau diizinkan memiliki F-35.

Kini PM Lee Hsien Long tinggal menunggu persetujuan Kongres yang biasanya tak rewel. Anggota Kongres punya hubungan baik dengan Lockheed Martin Corp, kontraktor utama F-35 Lightning II, yang kantor pusatnya di Maryland, pinggiran Washington DC. Adapun pabrik F-35 Lightning di Fort Worth, negara bagian Texas.

F-35 merupakan pengembangan dari pesawat-pesawat jet tempur buatan Lockheed terdahulu seperti F-16 dan F-22 Raptor. Ia dinilai andal untuk pertarungan udara serta serangan terhadap sasaran di darat. Selain mendarat dan tinggal landas secara konvensional, F-35 juga dapat melakukannya secara vertikal. Jadi kalau perlu, mendarat dan take off secara tegak lurus di Orchard Road atau kawasan Marina Bay.

Harga dasar F-35 B sekitar US$122 juta per unit. Menjadi lebih mahal bila ditambah dengan perlengkapan-perlengkapan tertentu, yang perinciannya hanya diketahui pabrikan dan pemesan dengan alasan rahasia.

F-35 di atas kertas merupakan pesawat tempur terunggul, tetapi kemampuan sesungguhnya belum diketahui karena tidak ada palagan bertarung dengan Sukhoi 35 atau 57.

Singapura dewasa ini, memiliki F-16 dan F-15. Rencananya, pesawat baru tersebut akan menggantikan F-16 yang usianya sudah setara murid SLA. Konon F-16 Singapura lebih canggih dibanding milik Indonesia, misalnya jangkauan radarnya lebih jauh.

Kenapa Singapura membeli perlengkapan modern dan serbamahal?

Selain F-16, F-15, pesawat tanker KC-135 stratotanker, helikopter AH-64 D Apache dan Chinook Singapura juga mempunyai sedikitnya enam kapal selam, kapal-kapal perang berbagai jenis dan di antaranya berteknologi siluman. Lusinan tank Leopard. Senjata-senjata penangkis serangan udara. Pasukan siber dan sebagainya. Keragaman yang berlebihan bila dibandingkan dengan luas wilayah.

Secara terbuka dikatakan, tujuan utama adalah supaya para personel menguasai peralatan militer dengan teknologi terbaru. Rakyat yang multiras punya kebanggaan. Benarkah demikian?

Pemilikan peralatan militer yang canggih. Kebijaksanaan diplomasi antarnegara dan terhadap kawasan. Mempertahankan hubungan strategis dengan Inggris, Australia, Selanda Baru, dan Malaysia, semuanya merupakan bagian dari strategi penggentar.

Strategi penggentar secara umum adalah cara untuk membuat pihak lain enggan menyerang atau menekan karena akan mendapat balasan yang setimpal. Penggentaran bukan hanya berkat pemilikan senjata nuklir, tetapi juga aset-aset yang lain seperti kekuatan ekonomi, diplomasi dan pemilikan senjata-senjata konvensional tetapi bersifat mematikan secara massal.

Apa yang ingin digentarkan?

Singapura bersilang pendapat dengan Indonesia dan Malaysia tentang batas-batas wilayah. Singapura juga pernah punya hubungan kelam dengan Malaysia, menyangkut pemisahan kedua negara.

Semasa konfrontasi, Indonesia berseteru dengan Singapura. Dua prajurit prajurit KKO Usman dan Harun dihukum mati dengan cara digantung di penjara Changi pada 17 Oktober 1968.

Hubungan kedua negara kembali sempat menghangat, saat Singapura keberatan dengan penamaan KRI Usman Harun pada 14 Februari 2014. Indonesia menolak keberatan itu dan malah menampilkan dua prajurit marinir ‘Usman dan Harun’ yang lalu lalang pada pameran Pertahanan di Balai Sidang Jakarta, 19 Maret 2014. Sebagai tanda protes, delegasi militer Singapura mudik sebelum waktunya.

Keberanian menyatakan keberatan mustahil bisa dilakukan jika Singapura hanya mengandalkan tangan kosong. Inilah manfaat dari strategi penggentar yang terpadu.

Selain masalah dengan kedua negara yang kabarnya sudah ‘ditutup’. Singapura juga mencemaskan tindakan kekerasan kelompok-kelompok terorisme. Di samping berjaga-jaga terhadap penajaman persaingan antarnegara besar di kawasan Asia Tenggara.

Manfaat Lain

Membangun kekuatan penggentar memang mahal. Berdasarkan keterangan resmi anggaran pertahanan 2019 naik 4,8% dari tahun sebelumnya yaitu US$11,4 miliar (sekitar Rp200 triliun) atau 19.9 % dari total anggaran belanja pemerintah. Anggaran pertahanan untuk tahun 2020 diperkirakan naik sedikit, seperti tahun sebelumnya.

Jumlah anggaran militer Singapura merupakan yang terbesar di Asia Tenggara. Anggaran belanja militer Indonesia pada tahun 2020 berjumlah Rp108,36 triliun. Negara-negara anggota Asean lain berada di bawah jumlah itu.

Selain lantaran untuk membeli peralatan militer modern, pemerintah Singapura juga harus membiayai penempatan pesawat-pesawat F-16, F-15, di Australia, Brunei, Inggris, Amerika Serikat, dan Selandia Baru, di samping membiayai latihan tempur pasukan-pasukannya di luar negeri.

Selain dimaksudkan menjadi bagian dari strategi penggentar, ternyata pesawat pengangkut pasukan Hercules, helikopter Chinook, dan peralatan komunikasi lapangan milik Singapura sangat efektif untuk membantu mengatasi dampak tsunami di Aceh pada 2004. Kabarnya, mereka tiba di lokasi sangat cepat. Sementara Herky Indonesia tidak maksimal karena AS mengembargo sukucadang.

*Sjarifuddin

Netizen : Sjarifuddin
Sjarifuddin

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar