Yamaha

[Lipkhas] Penyebab Macet, Parkir Ilegal di Obyek Wisata Mulai Ditata

  Senin, 13 Januari 2020   Tri Junari
Kemacetan di Lembang, KBB. (Ayobandung.com)

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM--Minimnya lahan parkir di sejumlah obyek wisata kerap menjadi penyebab terjadinya kemacetan lalu lintas di sejumlah titik Kawasan Wisata Lembang. Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung Barat (KBB) mulai melakukan penataan dengan menjalin kerjasama dengan Desa dan pengelola wisata.

Kepala Dinas Perhubungan KBB Ade Komarudin melalui Kepala Bidang Teknik dan Prasarana Dishub KBB, Ahmad Fauzan Azima menerangkan, kerap terjadinya kemacetan di sejumlah destinasi wisata karena membludaknya kendaraan wisatawan hingga lahan yang ada di obyek wisata penuh.

Menurutnya, terganggunya arus lalu lintas karena parkirĀ  ilegal dikelola masyarakat setempat liar dan kurang tertata. Pada saat wisatawan membludak acap kali lalu lintas parkir mengganggu arus lalu lintas jalan utama.

"Kita jajaki kerjasama dengan pihak desa agar pengelolaan parkir diluar obyek wisata lebih tertata, dengan begitu tarif sesuai aturan dan lalu lintas tidak terganggu," ujarnya, Senin (13/1/2020).

Menurutnya, kerjasama antara pemerintah daerah, Desa dan pengelola obyek wisata menjadi keputusan yang tepat agar pemberdayaan masyarakat terwujud namun masalah parkir terselesaikan.

"Kalau di KBB masalah parkir di obyek wisata bermasalah saat terjadi lonjakan pengunjung, sementara saat hari biasa lahan parkir yang disediakan obyek wisata sudah cukup," jelasnya.

Sesuai peraturan, lanjutnya, pengelolaan parkir bisa dilakukan secara perorangan maupun lembaga. Dishub mendorong agar BUMDes bisa menjadi solusi pengelolaan parkir di obyek wisata.

"Bisa saja BUMDes bekerjasama dengan Dishub agar parkir ilegal oleh masyarakat lebih tertata, melakukan pembinaan pada juru parkir dari masyarakat," katanya.

Sebagai contoh, kemacetan akibat hilir mudik parkir ilegal dikelola masyarakat sekitar terjadi di sekitar obyek wisata The Great Asia Afrika dan Farmhouse. Kerap kali parkir semrawut sehingga mengganggu lalu lintas jalur utama.

"Selama ini oleh Karang Taruna atau masyarakat sekitar, namun malah menjadi semrawut. Jika kita tertibkan malah semakin semrawut, untuk itu kita harus melakukan penataan agar mereka yang mengais rejeki dari jasa parkir tetap mendapat penghasilan. PAD masuk dan lalu lintas tidak terganggu," katanya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar