Yamaha

Kabar Pungli Angkutan Sampah Banjir di Bekasi Dibantah

  Kamis, 09 Januari 2020   Firda Puri Agustine
Tumpukan sampah pasca banjir di Perumahan Irigasi Danita, Kelurahan Bekasi Jaya, Kecamatan Bekasi Timur perlahan sudah mulai diangkut truk milik Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Kamis (9/1/2020). (Ayobekasi.net/Dok. RW setempat)

BEKASI, AYOBANDUNG.COM -- Kabar dugaan pungutan liar (pungli) pengangkutan sampah di Perumahan Irigasi Danita, Bekasi Timur dibantah keras oleh pengurus Rukun Warga (RW) 14, Kelurahan Bekasi Jaya, Kecamatan Bekasi Timur.

Ketua RW 14 Perumahan Irigasi Danita Tahrir memberi penjelasan mengenai iuran sebesar Rp 400 ribu per Rukun Tetangga (RT) yang diambil dari cadangan kas. Menurutnya, uang tersebut merupakan inisiatif dan niat baik RW 14 agar masalah sampah pasca banjir cepat teratasi.

“Hanya inisiatif pengurus RW untuk sediakan makan, minum, rokok, yang dananya kita ambil dari dana kesepakatan per RT sebesar Rp 400 ribu,” kata Tahrir melalui pesan singkat kepada Ayobekasi.net, Kamis (9/1/2020).

AYO BACA : Sudah Terkena Banjir, Warga Bekasi Masih Kena Pungli Pengangkutan Sampah

Dia juga menegaskan bahwa armada truk sampah, masing-masing truck ranger dan dump truck diperbantukan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi tanpa dipungut biaya sepeser pun alias gratis.

“Truk sampah gratis bantuan dari Dinas LH, cuma tenaga kerjanya kita bayar cari tukang becak (biar proses angkut cepat).Kalau dump truck semua kru dari Pemkot dan semua gratis,” ujarnya.

Tahrir juga berani menyatakan bahwa pihaknya tidak akan melakukan pungutan liar pada warga. Iuran Rp 400 ribu tersebut juga diambil dari kas RT sebagai bentuk inisiatif pengurus RW supaya sampah-sampah di lingkungannya cepat terangkut.

AYO BACA : Sampah Sisa Banjir Bekasi Tak Kunjung Diangkut, Warga Keluhkan Bau

“Pengurus RW 14 punya inisiatif agar permasalahan pengangkutan limbah sampah di wilayah RW cepat teratasi, dengan kesepakatan para Ketua RT masing-masing Rp 400 ribu (dari kas) guna membeli makan, minum, dan rokok para pekerja angkut sampah,” katanya.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono mengaku akan melakukan pengecekan terhadap kabar dugaan pungli tersebut. Pasalnya, pihak Pemerintah Kota Bekasi sudah membayar sewa truk dan becko guna keperluan pengangkutan sampah pasca banjir.

“Harus ada bukti terkait pungutan,” ujarnya.

Sebagai informasi saja, di perumahan itu berdiri kedai kopi Bale Samatri yang dikelola oleh loyalis Tri Adhianto, tepatnya di Taman Irigasi Danita. Pada malam tahun baru lalu, banjir setinggi 1,5 sampai 2 meter merendam pemukiman ini. 

AYO BACA : Bekasi Perpanjang Status Darurat Bencana hingga 7 Hari

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar