Yamaha

Bahaya, Jangan Starter Mobil yang Terendam Banjir!

  Kamis, 09 Januari 2020
[Ilustrasi] Jangan menyalakan mobil yang masih basah karena banjir jika Anda tak ingin mobil itu rusak. (Pixabay)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM – Jangan menyalakan mobil yang masih basah karena banjir jika Anda tak ingin mobil itu rusak lebih parah.

"Sehabis mobil terendam banjir, pastikan Anda tidak coba-coba menghidupkan mesin. Sekali lagi, jangan coba-coba," kata Sunardi, Service Advisor Auto2000 Pandeglang.

Dijelaskan Sunardi, tindakan menghidupkan mesin mobil atau sekadar memutar kontak mobil atau melakukan starter pada posisi "on" akan berakibat fatal bagi mesin dan sistem kelistrikannya.

"Kalau komponen kelistrikan sudah banyak terendam air, akan terjadi kerusakan lebih parah jika dialiri listrik saat mesin on," ungkapnya.

Sistem kelistrikan yang mengalami korsleting atau arus pendek berpotensi membuat komponen ECU (Electronic Control Unit) dan kabel bodi (wiring) rusak. Sementara pada mesin, air sisa banjir yang masuk ke ruang mesin efeknya bisa menimbulkan gejala engine water hammer.

"Misalnya air sempat mencapai dan terciprat ke area intake manifold, maka air akan masuk ke dalam mesin saat proses starter. Dan mesin bisa mengalami water hammer," ujar Sunardi.

Jika sudah terkena gejala ini, bisa berakibat fatal terhadap mobil. Karena setang piston bisa bengkok, dan parahnya lagi bisa membuat pecah blok mesin. Oleh karena itu, disarankan mobil segera dibawa ke bengkel resmi.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan   Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar