Yamaha

Dishub Kabupaten Tasik Tak Berdaya Hadapi Truk Pasir Bertonase Besar

  Kamis, 09 Januari 2020   Irpan Wahab Muslim
Kondisi jalan di Kabupaten Tasik. (ayotasik.com/Irpan)

TASIKMALAYA, AYOBANDUNG.COM--Selain genangan air, badan jalan atau aspal bisa mengalami kerusakan akibat bobot kendaraan yang melintas melebihi daya tekan beban badan jalan. Salah satu aktivitas itu, bisa terlihat di jalan Ciawi - Singaparna (Cisinga). Setiap hari, bahkan setiap jam kendaraan pengangkut pasir yang bertonase besar lalu lalang melintas.

AYO BACA : Gempa Magnitudo 4,8 Guncang Tasikmalaya, Terasa hingga Ciamis dan Cianjur

Berdasarkan pantauan di lapangan, bukan hanya bertonase besar dilihat dari jumlah pasir yang diangkut melebihi batas bak pengangkutan, seringkali pasir yang diangkut dalam kondisi basah. Sehingga menetes terus menerus membasahi badan jalan.

AYO BACA : Guru Honorer Kabupaten Tasikmalaya Dapat Insentif Mulai 2021

"Untuk Jalan Cisinga itu, tonase maksimalnya 8 ton. Sedangkan yang melintas itu bisa lebih besar tonasenya. Itu juga bisa menjadi faktor cepat rusaknya aspal jalan," kata Kabid Jalan dan Jembatan pada Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan dan Pemukiman (PUTRPP) Kabupaten Tasikmalaya Atep Dadi Sumardi, kemarin (8/1/2020).

Melihat kondisi itu, Kepala Dinas Perhubungan, Asep Darisman menuturkan, pihaknya kesulitan untuk mengukur tonase trus pengangkut pasir karena tidak memiliki alat timbang portable.

Guna menyiasatinya, kata Asep, pihaknya akan memberikan imbauan kepada pengusaha pasir untuk mentaati aturan. Di mana tonase harus sesuai dengan bobot jalan yakni 8 ton, angkutan tidak melebihi batas bak pengangkutan, serta pasir yang diangkut dalam kondisi kering.

"Kita kesulitannya itu, tidak punya alat timbang portable. Kita akan imbau ke pengusaha, sambil mencoba mengusulkan anggaran untuk pembelian timbangan portable," ungkap Asep.

AYO BACA : Warga Minta Jalan Mangunreja-Sukaraja Tasik Segera Diperbaiki

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar