Yamaha

Saham di Sektor Perbankan Diprediksi Cerah

  Kamis, 09 Januari 2020   Adi Ginanjar Maulana
Ilustrasi (pixabay)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Emiten saham di sektor perbankan diprediksi akan berkinerja positif selama 2020 mengingat kondisi stabilitas politik nasional terus membaik.

Ekonom dari Universitas Pasundan Bandung Acuviarta Kartabi mengatakan instrumen perdagangan saham di sektor perbankan pada tahun ini akan positif, disokong kondisi politik yang sudah mendingin usai pilpres tahun lalu.

"Tahun ini sektor perbankan diprediksi bergairah," ujarnya, Kamis (9/1/2020).

Di samping itu, kondisi ekonomi global saat ini memanas dipicu perang di Timur Tengah membuat investor luar negeri bisa lari ke Indonesia. Sebab, kondisi ekonomi di dalam negeri masih terjaga, sehingga investor lebih percaya menanamkan modalnya.

"Investor diprediksi bisa melarikan investasinya ke negara berkembang salah satunya Indonesia. Sebab, mereka tidak mau merugi bila menanam modal di Amerika Serikat atau negara maju yang sedang tegang," paparnya.

Oleh karena itu, kata dia, kondisi ini perlu disambut oleh sektor perbankan dengan berbagai strategi untuk mendapatkan kucuran dana dari luar negeri.

"Mau tidak mau investor luar ini masih dominan di Indonesia, dan mereka sering berinvestasi lebih besar di bursa saham," katanya.

Kendati demikian, sektor perbankan perlu mewaspadai tekanan ekonomi global yang diprediksi masih akan terjadi pada tahun ini.

Salah satu yang perlu dilakukan yakni memanajemen risiko keuangan agar tidak salah mengucurkannya.

"Safety manajemen risiko perbankan sangat penting. Ini untuk menghindari kepercayaan investor," ujarnya.

Ditanya soal sektor perbankan yang bisa mendapatkan kepercayaan lebih besar mendapatkan investasi, kata dia, bank pembangunan daerah (BPD).

Dia menjelaskan, kondisi BPD saat ini sebagian besar mampu bertahan di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi global yang tertekan.

"Salah satunya Bank BJB menjadi BPD yang menjadi rujukan dibeli investor," katanya.

Bank bersandi BJBR tersebut diprediksi mampu bertahan, dan merebut pasar yang mana pembiayaannya saat ini fokus ke insfrastruktur dan pemerintah.

Sementara itu, Bandung Business Manager at Trimegah Securities, Asep Saepudin menambahkan, emiten perbankan BUMN yang diprediksi berkinerja kinclong yakni BRI.

Menurutnya, segmen BRI yang fokus terhadap usaha mikro, kecil, dan menegah (UMKM) akan tetap bertahan di tengah ketidakpastian ekonomi global.

"Arus uangnya berada di dalam negeri, fokusnya juga lebih detail. Jadi dipastikan mampu bertahan (di tengah kondisi ketidakpastian ekonomi global)," ujarnya.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), harga saham emiten bersandi BBRI diminati investor asing dengan total pembelian saham mencapai sekitar 85,68 juta lembar saham pada Rabu (8/1/2020).

Di sisi lain, perbankan yang fokus terhadap pembiayaan korporasi lebih rentan terhadap tekanan ekonomi global.

"Beberapa bank yang fokus korporasi justru harus berhati-hati," ujarnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar