Yamaha

Pemkot Cimahi Kembali Diserang Selebaran Misterius

  Kamis, 09 Januari 2020   Tri Junari
Spanduk kritik bagi Pemkot Cimahi yang ditemukan pada Jumat (27/9/2019) lalu. (Ayobandung.com/Tri Junari)

CIMAHI, AYOBANDUNG.COM -- Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi di bawah kepemimpinan Wali Kota Ajay M Priatna dan Wakilnya Ngatiyana sudah dua kali diserang selebaran misterius. Selebaran tersebut bernada kritik soal pelayanan publik dan pembangunan infrsatruktur.

Terakhir serangan selebaran terjadi pada Selasa (7/1/2020). Pegawai pemkot menemukan selebaran yang tertempel di rambu lalu lintas, dinding pagar, hingga pot tanaman hias.

Selebaran ini berisi kritikan dan harapan masyarakat yang mengkritisi pembangunan taman dan keinginan membangun Stadion Sangkuriang.

Sebelumnya, serangan selebaran misterius juga terjadi pada Jumat (27/9/2019). Kala itu selebaran dan spanduk berisi praktek percaloan di dinas pendudukan dan catatan sipil menghiasi berbagai sudut kota.

Personel Dinas Perhubungan dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) saat itu langsung melakukan pembersihan dan menyisir setiap sudut kota.

Petugas menyusuri berbagai ruas jalan untuk melakukan pembersihan. Selebaran ditemukan di ruas Jalan HMS Mintaredja, Jalan Baros, Jalan Terusan Sudirman, Jalan Gandawijaya, hingga seputar Alun-alun Cimahi.

Masyarakat Kota Cimahi diketahui sudah lama berharap revitalisasi Stadion Sangkuriang bisa terwujud. Namun, aspirasi yang disampaikan malah mengarah aksi vandalisme yang merusak Kota Cimahi.

Kabid Lalu Lintas Dishub Kota Cimahi Endang mengatakan, selebaran tersebut telah menutup rambu lalu lintas. "Personel langsung turun ke lapangan menyisir ruas jalan. Hampir terpasang di seluruh rambu lalu lintas, jadi tidak terlihat oleh pengguna jalan," ujarnya.

Hal serupa disampaikan Kepala Satuan Pol PP dan Damkar Kota Cimahi Totong Solehudin. Pemasangan selebaran tersebut dinilai merusak estetika Kota Cimahi dan melanggar Perda K3. 

"Sedang kami telusuri dan langsung ditertibkan, selebaran ditempel bukan pada tempatnya dan mengotori fasilitas umum. Dan bila mau menyampaikan aspirasi Pemkot Cimahi sangat terbuka untuk beraudiensi, tentu lebih bijaksana," jelasnya. 

Terkait oknum yang memasang selebaran, Totong menilai belum bisa disimpulkan.  "Jika masyarakat ada yang mengetahui agar memberitahu agar kami mudah membinanya," katanya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar