Yamaha

Luncurkan 5G, Realme Bakal Kirim 50 Juta Unit Ponsel ke Indonesia

  Rabu, 08 Januari 2020
Realme

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM--Pembuat smartphone asal China, Realme mencatatkan pengiriman 25 juta ponsel pada 2019 secara global. Harapannya, Realme bisa mengirimkan sebanyak 50 juta pada tahun ini, dilansir dari Reuters, Selasa (7/1/2020).

Pernyataan itu muncul kala peluncuran ponsel 5G pertamanya, yakni Realme X50. Cepatnya Negeri Tirai Bambu untuk mengadopsi teknologi komunikasi generasi kelima tersebut membuatnya menjadi pasar yang patut dijajaki oleh Realme.

Perangkat X50 5G Realme dihargai sekitar 2.499 yuan atau sekitar Rp5 jutaan untuk varian termurah. Masuknya Realme dalam pasar ponsel 5G menandai masuknya ponsel kelas entri mid-range berbiaya lebih rendah dalam serentetan perangkat 5G baru-baru ini yang dirilis oleh merek China.

Huawei Technologies Co Ltd dan Oppo masing-masing merilis empat model 5G hingga saat ini. Xiaomi Corp telah meluncurkan tiga model, dan CEO Lei Jun mengatakan tahun lalu perusahaan akan mengeluarkan setidaknya 10 model pada 2020.

Apple Inc, yang telah mengalami peningkatan penjualan di China sejak puncaknya pada 2015, diperkirakan akan merilis perangkat 5G akhir tahun ini.

Gelombang smartphone 5G hadir ketika China dengan cepat meningkatkan infrastruktur telekomunikasi untuk memasukkan stasiun basis 5G. Hingga akhir November, China memiliki 113.000 BTS yang beroperasi, menurut laporan media pemerintah dilansir dari Reuters.

Chase Qi, Presiden Pemasaran Global Realme, mengatakan bahwa ia berharap banyak konsumen akan meningkatkan telepon mereka karena jaringan 5G membaik. Dia juga mengatakan, perusahaan akan fokus pada penjualan di Eropa dan Timur Tengah tahun ini.

Realme berasal sebagai sub-merek di bawah Oppo, salah satu merek ponsel pintar top China, sebelum berubah menjadi divisi independen. Kedua perusahaan bersama dengan Vivo dan Oppo dimiliki oleh BBK Electronics Corporation, pembuat perangkat yang telah berusia puluhan tahun.

Pengiriman ponsel Realme di India tumbuh hampir empat kali lipat antara Q3 2018 dan Q3 2019, menurut data dari perusahaan riset IDC.

Will Wong, analis sektor ponsel pintar IDC di Tiongkok, mengaitkan kesuksesan Realme di India dengan afiliasinya dengan Oppo, yang dikenal memberi margin lebih tinggi pada penjualan perangkat dibandingkan dengan pesaing.

Wong menambahkan, meski sementara China adalah pasar baru untuk brand-nya, China akan terus menjadi prioritas karena 70% dari pasar berada dalam kategori masih low-end hingga menengah.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan   Republika.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar