Yamaha

Ingin Punya Jembatan, Warga Pelosok Bandung Barat Tunggu Puluhan Tahun

  Selasa, 07 Januari 2020   Tri Junari
Seorang warga melintas di jembatan penghubung Desa Citatah, Cipatat, Cirawa dan Kertamukti, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. (Ayobandung.com/Tri Junari)

CIPATAT, AYOBANDUNG.COM--Warga pelosok Kabupaten Bandung Barat (KBB) butuh puluhan tahun untuk bisa menikmati infrastruktur jembatan penghubung antar desa. Jembatan penghubung Desa Citatah, Cipatat, Cirawa dan Kertamukti, Kecamatan Cipatat, salah satunya.

Jembatan berbahan besi dan plat kini sudah terbangun menggantikan jembatan kayu yang sebelumnya puluhan tahun dipakai warga menuju pelayanan kesehatan maupun perekonomian terdekat.

Ketua RW 13 Kampung Depok, Desa Cirawa, Usep Syahrudin menuturkan, sudah lebih dari 20 tahun warga mendambakan punya jembatan layak bisa dilintasi pengendara motor. Jembatan itu membentang sepanjang 12 meter diatas sungai Cimeta

"Pondasi jembatan ini mulai dibangun tahun 2002, saat itu warga harus memutar ke jalan utama sejauh 8 kilometer, tapi kalau ada jembatan ini paling hanya 1 kilometer," ujar Usep kepada Ayobandung.com, Selasa (7/1/2020).

Menurutnya, terdapat empat desa di sekitar jembatan yang kini bisa memanfaatkan jembatan ini, Pembangunan jembatan ini dibantu Pemerintah Daerah senilai Rp25 juta.

"Kalau ngitung biaya membangun ini lebih dari segitu, tapi warga disini kompak bergotong royong secara swadaya ikut membangun selama empat hari,"katanya.

AYO BACA : Jembatan Tergerus Sungai, 3 Kampung di Bogor Terisolasi

Tokoh pemuda setempat, Sobirin Obing menerangkan, ia bersama Karang Taruna dan tokoh masyarakat empat desa sudah sejak lama mendamba punya jembatan ini.

Berbagai upaya sudah dilakukan mulai dari mengajukan anggaran ke tingkat Desa, Kecamatan dan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat.

"Baru tahun ini kita mendapat bantuan Rp25 juta, itu cukup untuk beli bahan saja. Selebihnya ratusan warga terlibat ikut membangun," katanya.

Obing mengatakan, empat desa ini berada di perbukitan sehingga akses jalan gang maupun jembatan keberadaannya sangat vital. Pihaknya sudah berhasil memperbaiki jalan gang dengan beton sehingga jalan tak lagi licin saat musim hujan.

"Dulu sebelum ada jembatan, saudara saya meninggal terjatuh saat dibopong warga melintasi jalan ini. Waktu itu bibi saya akan melahirkan tapi yang bopong terpeleset saking terisolirnya warga disini," terangnya.

Obing berharap pemerintah daerah lebih peka pada pembangunan insfrastruktur jalan dan jembatan di pelosok daerah. Keberadaan jalan dan jembatan menjadi tulang punggung kehidupan warga untuk mengangkut hasil panen maupun mendapat pelayanan kesehatan dan ekonomi terdekat.

"Mohon maaf ini saya kira warganya semangat membangun desa, tetapi kadang pemerintah kurang tanggap hingga warga pelosok seakan terpinggirkan," katanya.

AYO BACA : Wagub Uu Resmikan Jembatan Gantung di Cianjur, Siswa SD Semringah

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar