Yamaha

Diperiksa 10 Jam, Novel Berharap Polisi Ungkap Kasusnya Secara Objektif

  Senin, 06 Januari 2020
Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. (Antara)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan berharap kasus penyiraman air keras yang menimpa dirinya diungkap secara objektif. Hal itu disampaikan Novel disela-sela pemeriksaan dirinya sebagai saksi di Polda Metro Jaya, Senin (6/1/2020).

"Saya ingin pengungkapan dilakukan seobjektif mungkin berdasarkan bukti dan fakta-fakta, tapi lebih lanjut kita akan bahas setelah saya memberikan keterangan," kata Novel.

AYO BACA : Soal Kasus Novel, Jokowi: Beri Polisi Kesempatan

Ini bukanlah pertama kalinya dia diperiksa terkait kasus penyerangan yang menimpa dirinya. "Pemeriksaan ini bukan pertama kali. Daya sudah pernah diperiksa di Singapura, kemudian saya juga telah memberi keterangan di KPK. Ini pemeriksaan lanjutan," ujarnya.

Novel menuturkan, saat diperiksa ia sempat memberi masukan kepada para penyidik mengenai penerapan pasal yang diberikan kepada dua terduga pelaku penyiraman air keras. Menurut Novel, penerapan pasal itu tidak tepat. Sebab, ia diserang oleh dua orang, tetapi hanya ada satu orang yang berperan menyiramkan air keras terhadap dirinya. Sedangkan pasal yang diterapkan bagi dua pelaku itu adalah Pasal 170 KUHP.

AYO BACA : KPK Pantau Langsung Pemeriksaan Novel Baswedan

"Saya khawatir pasal tersebut enggak tepat. Saya katakan bahwa sebaiknya hal itu betul-betul diperhatikan, sebab kalau tidak tepat pasal kan bisa menjadi masalah dalam proses selanjutnya," ungkap Novel.

Selain itu, sambung dia, penyerangan yang ia alami lebih mengarah kepada penganiayaan berat, berencana, yang mengakibatkan luka berat. "Jadi ini level penganiayaan tertinggi walaupun ada peluang bahwa penyerangan kepada saya ini upaya percobaan pembunuhan berencana, tentu dua hal itu bisa jadi masukan oleh penyidik untuk bisa melakukan pendalaman lebih lanjut," papar dia.

Menurut Novel, serangan yang ia alami tidak terkait dengan urusan personal. Melainkan ada kaitan dengan tugasnya dalam memberantas korupsi.

"Tentunya enggak masuk akal apabila itu adalah urusan personal. Dan saya pastikan dan hampir bisa memastikan dengan fakta-fakta yang saya sampaikan dalam proses pemeriksaan tadi, bahwa ini terkait dengan tugas-tugas saya dalam rangka memberantas korupsi," jelas Novel.

Novel pun berharap pengungkapan kasus ini dapat dilakukan oleh tim yang independen. Sehingga dapat mengungkap siapa pelaku lapangan yang ada di kasus itu dengan alat bukti serta fakta-fakta yang ada.

AYO BACA : Novel Baswedan Siap Diperiksa sebagai Saksi Kasus Penyiraman Air Keras

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan   Republika.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar