Yamaha

Asinan Cie Anyoh, Penganan Legendaris dari Cibinong

  Senin, 06 Januari 2020   Netizen Djasepudin*
Asinan Cié Anyoh khas Cibinong berupa buah/sayuran segar dan bumbu khas. (Djasepudin)

AYOBANDUNG.COM -- Selama ini para pemburu kuliner alias kudapan yang diketahui publik luas hanya dominasi Kota Bandung di kawasan Buah Batu atau Pasar Baru. Di Kota Bogor juga penganan yang melegenda hanya diketahui publik di sepanjang Jalan Suryakancana hingga Gang Aut.

Padahal di kota-kota“kecil pun ada penganan yang melegenda dan tetap ada hingga ayeuna. Sebutlah Kecamatan Cibinong di Kabupaten Bogor yang berbatasan dengan Kota Depok. Di kecamatan yang menjadi ibu kota Kabupaten Bogor itu terdapat ragam makanan klasik dan kontemporer yang mendapat tempat yang terhormat.

Jajanan baru sebutlah Mie Janda, Mie Ayam Miday, Sate Maranggi Tri Mitra, Sop H Suparta. Ada juga warung penganan yang usianya di atas 40 tahun. Di Cibinong ada Sate Sate Pak Timin dan Pak Usin di depan Pasar Cibinong, sate Pak H. Anda yang mulai merintis usaha dari tahun 1974, Laksa Cibinong Pengharapan berdiri sejak tahun 1951, atau Asinan Cie Anyoh yang membuka usaha dari tahun 1978.

Nah, asinan Cie Anyoh punya tempat tersendiri bagi para pecinta penganan pengaruh budaya Tionghoa. Tak hanya warga Cibinong, para pemburu kuliner dari Jonggol, Cileungsi, Jakarta, Bekasi, dan atau Tangerang pun saban hari selalu memarkirkan motor atau mobilnya di Warung Nasi & Asinan Cie Anyoh di Jalan Raya Cibinong Bogor KM 42, Pabuaran, Cibinong, Bogor.

AYO BACA : Kuliner Bandung: 5 Tempat Makan Eskrim Enak di Bandung

IMG-20200103-133523

Toko Asinan Cie Anyoh di Jalan Raya Jakarta Bogor yang legendaris. (Djasepudin)

Layaknya asinan pada umumnya, kudapan ini terdiri atas beragam buah dan sayuran. Untuk asinan buah terdiri atas potongan jambu, nanas, kedongdong, pepaya, bangkuang, dan mentimun.

Sedangkan asinan sayur terdiri atas toge, sawi asin, wortel, bangkuang, mentimun, dan tahu. Buah dan sayuran yang digunakan selalu yang masih segar. Pantang menggunakan buah dan sayuran yang lama apalagi busuk. Tentu, ada juga asinan campuran yang sama-sama diguyur dengan kuah khas Cie Anyoh yang berwarna merah pekat lantas ditaburi kacang goreng.

Menurut pemilik Warung Nasi & Asinan Cie Anyoh, Heni, usahanya itu sudah dirintis pada tahun 1978 oleh kakaknya yang bernama Anyoh. Awal usaha, kata Reni, hanya menggunakan meja kecil, baskom, dan perabotan dagang lainnya.

AYO BACA : Kuliner Bandung: Cilok Mochilok, Bikin Ketagihan

IMG-20200103-133656

Rudi dan Heni penerus Asinan Cie Anyoh. (Djasepudin)

Kakak saya Cie Anyoh yang memulai usaha. Di belakang, di gang kecil. Pembelinya warga sekitar. Lama kelamaan mulai terkenal. Ketika Cie Anyoh wafat, tahun 2000-an usaha itu saya yang meneruskan. Lalu saya gunakanlah bangunan ini, dulunya gudang ayam potong, kata Heni yang diiyakan oleh Rudi, putra dari Cie Anyoh.

Heni mengatakan, asinan Cie Anyoh dari dulu hingga sekarang setia menggunakan resep yang sama. Maka, pelanggan dari berbagai kota sudah paham betul kualitas cita rasa asinan Cie Anyoh.

Asinan yang legendaris itu lokasinya mudah dijangkau. Posisinya tepat di Jalan Raya Cibinong Bogor. Tidak jauh dari Terminal Bis-Angkot Cibinong. Dilalui kendaraan umum dan pribadi. Selain hari Ahad, Senin-Sabtu asinan Cie Anyoh siap menerima para pelanggannya.

Saat panas atau hujan, asinan Cie Anyoh tetap mantap untuk disantap.

*Djasepudin, guru SMA Negeri 1 Cibinong, Bogor.

AYO BACA : KULINER BANDUNG: Uniknya Nasi Goreng Si Mongol di Dipati Ukur

Netizen :

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar