Yamaha

150 Hektare Sawah di Purwakarta Terancam Gagal Tanam Karena Longsor

  Senin, 06 Januari 2020   Dede Nurhasanudin
Longsor di Purwakarta yang mengancam 150 hektare sawah di Desa Legoksari, Kecamatan Darangdan.. (Ayopurwakarta.com/Dede Nurhasanudin)

PURWAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Sedikitnya 150 hektar area persawahan di Kecamatan Darangdan dan Plered, Kabupaten Purwakarta, terancam tidak bisa ditanami padi memasuki musim tanam pertama tahun ini.

Kondisi ini diakibatkan oleh saluran irigasi yang tergerus longsor saat diguyur hujan deras pada malam pergantian tahun kemarin. Saluran ini diketahui menjadi sumber utama air untuk mengaliri area pertanian di dua kecamatan itu 

"Hingga saat ini belum diperbaiki karena kami bingung harus bagaimana. Lihat saja longsor yang menerjang sauran air di lokasi itu sangat besar. Jika diperbaiki tidak mungkin dilakukan swadaya," kata Unang (54) salah satu petani di Desa Legoksari, Kecamatan Darangdan, Minggu (5/1/2020) sore.

AYO BACA : Polres Purwakarta Siapkan Tim Gabungan Siaga Bencana

Dari pantauan di lokasi, tanah penahan tebing di ketinggian sekitar 20 meter jatuh tak beraturan menutupi area sawah yang ada di bawahnya. Akibatnya pemilik sawah terpaksa menunda penanaman benih padi setelah sebelumnya dipanen.

"Sawah yang tertimpa longsor cukup banyak juga, tapi yang paling banyak itu dampak saluran air tergerus longsor, perkirakan 200 hektare sawah berada di hilir terancam tidak teraliri air. Padahal ini merupakan masa tanam dan membutuhkan air," kata dia.

Ia mengatakan, setelah longsor terjadi sejumlah unsur muspika telah meninjau lokasi untuk mengetahui langkah ke depan yang mesti dilakukan.

AYO BACA : Dedi Mulyadi Sebut Banjir Terjadi karena Kesalahan Kolektif

Dia mengaku berharap pemerintah bisa secepatnya merealisasikan solusi penanganan pascalongsor terjadi. Sehingga para petani dapat kembali menanam benih padi di lahan milik mereka.

"Untuk perbaikan masyarakat sulit untuk memperbaikinya, apalagi di sini ada makam khawatir saat hujan ikut longsor lagi," kata dia.

Sementara itu, Camat Darangdan Ade Sumarna mengaku telah meninjau ke lokasi bersama Koramil. Hasil pantauan di lapangan, ujarnya, telah disampaikan ke Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangran) Purwakarta untuk mengatasi masalah yang ada.

"Untuk perbaikan tanah longsor masih belum tahu kapan, karena di bawahnya itu tanah milik masyarakat. Kami kemarin sudah usulkan ke Dispangtan dan kelompok tani untuk mengusulkan memakai pipa paralon besar guna pengairan sawah," ujarnya.

Ade juga menegaskan saluran air yang terkena longsor ini sebenarnya bukan salah satu sumber irigasi untuk mengairi sawah. Menurutnya, di bagian utara juga terdapat sungai yang bisa dimanfaatkan.

"Sebenarnya putusnya irigasi ini tak jadi fatal karena sebelah utara ada saluran air yang besar juga. Sawah yang terkena longsor di bagian atas ada tiga petak, sementara yang tertimpa material longsor ada diperkirakan sekitar 3.000 meter," katanya.

AYO BACA : Hujan Semalaman Sebabkan Banjir dan Pergeseran Tanah di Purwakarta

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar