Yamaha

Konsisten Usung Wisata Budaya, Hengky Kurniawan Apresiasi Dusun Bambu

  Jumat, 03 Januari 2020   Tri Junari
Wakil Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan. (Ayobandung.com/Tri Junari)

CISARUA, AYOBANDUNG.COM--Konsistensi obyek wisata Dusun Bambu menciptakan destinasi wisata dengan mengusung budaya sunda dalam pengelolaannya mendapat apresiasi Wakil Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan.

Hal itu terucap saat obyek wisata peraih Sustainable Tourism Award (ISTA) tahun 2019 dari Kementerian Pariwisata ini menampilkan kearifan lokal Hajat Bumi dan penampilan kesenian tradisional Degung Iwung untuk menarik wisatawan pada musim liburan Natal dan Tahun Baru 2020 lalu.

Hengky menilai Dusun Bambu konsisten menciptakan obyek wisata yang didasari pelestarian budaya sunda. Wisatawan diajak untuk merasakan kesejukan alam, kearifan lokal dan kuliner tatar pasundan.

Di era modern seperti sekarang ini gelaran Hajat Bumi yang dipadupadankan dengan kesenian tradisional yang mengusung nilai-nilai kearifan lokal sudah cukup langka ditampilkan para pengelola tempat wisata. 

"Gelaran Hajat Bumi dan penampilan kesenian tradisional yang sarat dengan nilai budaya lokal yang diinisiasi oleh Dusun Bambu ini sangat positif. Semoga bisa terus konsisten menjaga marwah budaya Sunda yang sudah diakui wisatawan mancanegara," terang Hengky, Jumat (3/1/2020).

Hengki menilai, obyek wisata yang mengusung konsep ekowisata dan eduwisata itu mampu mempertahankan seni tradisi budaya Sunda di tengah gempuran budaya luar yang begitu kuat. 

Salah satunya adalah dengan melestarikan seni olah raga pencak silat yang telah diakui UNESCO sebagai warisan dunia. Apalagi setiap harinya pakaian yang dikenakan oleh karyawan Dusun Bambu selalu menggunakan pakaian adat Sunda.

AYO BACA : Ditengok Hengki Kurniawan, Emak-Emak Korban Banjir Bandang Ngamuk

Menurutnya, konsep wisata berwawasan lingkungan yang dipadukan dengan seni tradisi budaya Sunda menjadi satu kombinasi yang baik. 

Dia pun berharap Dusun Bambu mampu memberikan andil membuka ruang bagi usaha kecil menengah (UKM) yang dikelola masyarakat KBB. Pihaknya juga berencana akan melibatkan masyarakat dalam membentuk desa wisata. 

"Kini zamannya berpikir kreatif, tempat apapun bisa jadi wisata. Ke Dusun Bambu ini kan banyak wisatawan yang datang, sementara kamar yang disediakan terbatas. Jadi kalau disiapkan satu desa ada guest house tentunya bisa menjadi potensi ekonomi buat masyarakat," tuturnya.

General Manager Dusun Bambu, Endy Tjahyadi mengatakan, objek wisata Dusun Bambu sengaja menghadirkan Hajat Bumi dan seni tradisional angklung dalam menyambut Tahun Baru. 

Pihaknya memiliki komitmen kuat untuk melestarikan budaya Sunda dan mengenalkannya kepada wisatawan dari berbagai kota di Indonesia yang datang ke Dusun Bambu. 

Diakuinya berkat dukungan penuh dari pemerintah daerah dan pihak yang peduli terhadap pelestarian budaya Sunda, maka Dusun Bambu ke depan akan terus menggelar kegiatan yang syarat akan nilai-nilai kesenian lokal. 

Hal ini mendapat respons positif dari pengunjung yang datang selama libur panjang akhir tahun ini. Sehingga membuat pihaknya selaku pengelola Dusun Bambu siap merilis objek wisata baru berupa kampung budaya yang rencananya diberi nama Lembur Urang.

"Kami komitmen dalam menjaga tradisi budaya Sunda, sehingga Dusun Bambu mendapatkan penghargaan Indonesian Sustainable Tourism Award (ISTA) tahun 2019 dari Kemenpar RI. Kini kami juga menjadi salah satu tempat wisata yang mewakili Indonesia untuk mendapatkan penghargaan bergengsi ASEAN Sustainable Tourism Award (ASTA) tahun 2020," katanya.

AYO BACA : Wabup Hengki Semprot ASN KBB, Minta Dibalas Pesan WA

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar