Yamaha

Ini 5 Tren yang Bakal Hits di Kota Bandung

  Rabu, 01 Januari 2020   Dadi Haryadi
Pegiat antiplastik asal Bandung, Zeiny Sofiani (23), memperlihatkan sedotan stainless steel dan botol minum miliknya yang dipakai sehari-hari untuk mengurangi sampah plastik. (Ayobandung.com/Nur Khansa Ranawati)
AYO BACA : Gaya Hidup 'Zero Waste' Tak Sekadar Sedotan Stainless

AYO BACA : Aktivis Lingkungan AS Terkesima Program Kang Pisman

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Setiap orang mengemukakan harapan dan cita-citanya di awal memasuki tahun 2020. Banyak cerita tentang hal yang ingin dicapai warga Bandung selama setahun ke depan, termasuk tren yang akan muncul mengisi tahun cantik ini.
 
Berkaca pada fenomena di tahun 2019, berikut adalah tren yang diprediksi menjadi gaya hidup baru di kota kembang selama setahun ke depan. Seperti apa tren kekinian ala warga Kota Bandung? Humas Kota Bandung merangkumnya dalam ulasan berikut ini:
 
1. Kang Pisman
Kampanye Kota Bandung dalam hal pengelolaan sampah sepertinya semakin digandrungi. Pada tahun 2019, Kang Pisman (Kurangi, Pisahkan, Manfaatkan) sampah telah diperkenalkan hingga ke tingkat internasional dalam acara Zero Waste City Conference (ZWCC) di Malaysia. Partisipasi warga dalam Kangpisman terlihat dari pertumbuhan nasabah bank sampah dari 978 pada september 2018 menjadi 3.390 pada Juli 2019 atau sekitar 246%, serta menurunkan volume sampah rata-raa sebesar 852 ton sampah perbulan.
 
Di tahun 2020, Kang Pisman akan digenjot untuk mereduksi pembuangan sampah ke tempat pembuangan akhir yang hanya akan semakin mencemari lingkungan. Oleh karena itu, Pemerintah Kota Bandung terus mengajak warga agar menjadi bagian dari Sobat Kangpisman. Kamu mau ikut jadi penyelamat lingkungan Kota Bandung? Yuk ikut Kang Pisman!
 
2. Aneka Kreasi Tas Belanja
Kantong plastik sepertinya sudah tidak akan terlalu digunakan di tahun 2020 di Kota Bandung, apalagi jika warga Bandung berbelanja di pusat-pusat perbelanjaan. Warga kini lebih senang menggunakan tas belanja berbahan kain atau polyester sebagai pengganti kantong plastik sekali pakai.
 
Mal-mal, ritel-ritel besar, hingga factory outlet di Kota Bandung sudah mulai mengalihkan kemasan belanja dari bahan plastik ke tas belanja. Bahkan ada juga yang sama sekali tidak menyediakan kemasan belanja sehingga kita wajib membawa sendiri tas belanja jika tidak ingin kerepotan. Apalagi, kini ada banyak motif tas belanja kekinian yang juga bisa menjadi gaya fesyen baru.
 
2020 masih pakai keresek plastik di Kota Bandung? Kuno, atuh!
 
3. Gaya Pakai Tumbler
Jangan kaget lagi kalau di Kota Bandung banyak menemukan warganya membawa gelas minuman sendiri saat membeli minuman, seperti boba, kopi kekinian, atau sekadar es teh berbagai merek. Dengan membawa tempat minum sendiri, kita bisa mengurangi kemasan plastik sekali pakai.
 
Ke mana-mana, warga Bandung juga sudah banyak yang menggunakan botol minuman, atau bahasa kerennya, tumbler. Berbagai desain tumbler yang keren dan unik banyak dipakai sebagai tempat minum. Selain trendy, warga tak perlu lagi membeli minuman kemasan yang hanya akan menambah jumlah sampah di Kota Bandung. 
 
4. Cara baru pakai sedotan
Jika kamu datang ke kafe, restoran, atau kedai kopi, jangan heran melihat orang-orang yang memakai sedotan dari bahan stainless steel atau serat jerami. Kedua bahan itu kini telah digandrungi sebagai pengganti sedotan plastik. Kamu tentu tidak akan ditawari sedotan itu di kafe-kafe tersebut karena orang-orang itu telah membawa sedotan sendiri dari rumahnya.
 
Bahkan, ada banyak gerai makanan dan minuman di Kota Bandung yang sudah tidak lagi menyediakan sedotan plastik sekali pakai sebagai komitmen mereka dalam menjaga lingkungan. Kamu masih pakai sedotan plastik? Mulai dikurangi, ya! 
 
Harga sedotan stainless steel atau serat jerami yang lebih sehat dan ramah lingkungan itu juga tidak mahal. Dengan kisaran harga Rp15.000 – Rp30.000, kamu bisa mendapatkan satu set (tiga jenis) sedotan berbagai ukuran dan alat pembersih. 
 
5. Gaul Bersepeda
Katanya Kota Bandung jadi kota termacet? Mungkin karena masih ada orang menggunakan kendaraan bermotor hanya untuk menempuh jarak pendek. Tapi sejak Pemerintah Kota Bandung menyediakan Boseh (Bike on Street Everybody Happy) di berbagai titik, warga Bandung mulai beralih menggunakan sepeda untuk mobilisasi.
 
Penggunaan sepeda sebagai moda transportasi juga semakin marak, terutama oleh anak sekolah. Banyak juga komunitas sepeda tumbuh untuk mewadahi minat warga Bandung untuk berolahraga dengan bersepeda. Di tahun 2020, dipastikan bersepeda akan menjadi gaya baru warga Bandung dalam bertransportasi jarak dekat dan sedang.
 
So, jangan sampai ketinggalan tren ya.

AYO BACA : Zzero Waste Warriors, Pejuang Lingkungan Berawal dari Sedotan

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar