Yamaha

Donald Trump Kutuk Serangan Antisemit di New York

  Senin, 30 Desember 2019
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. (AP)

WASHINGTON, AYOBANDUNG.COM -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengutuk serangan terhadap lima orang Yahudi pada acara keagamaan Hanukkah di New York, Minggu (29/12/2019). Trump menyebut serangan tersebut sebagai serangan antisemit yang mengerikan.

"Serangan antisemit di Monsey, New York, pada malam ketujuh Hanukkah tadi malam sangat mengerikan," ujar Trump dikutip Anadolu Agency, Senin (30/12/2019).

AYO BACA : Trump Sebut Pemakzulan Bikin AS Susah Berurusan dengan Negara Lain

"Kita semua harus bersama-sama berjuang, berkonfrontasi, dan memberantas momok jahat antisemitisme. Melania dan saya berharap para korban dapat cepat pulih," ujar Trump menambahkan.

Pelaku penyerangan yang didientifikasi bernama Grafton Thomas (38 tahun). Ia membawa parang dan menikam lima orang di hadapannya selama acara Hanukkah di rumah seorang rabi di Rockland County. Thomas yang berasal dari Greenwood Lake melarikan diri setelah menikam para korbannya. Polisi kemudian menangkapnya pada tengah malam di Harlem.

AYO BACA : Donald Trump Tebak Hadiah Natal dari Kim Jong-un

Tersangka didakwa atas lima tuduhan percobaan pembunuhan dan satu tuduhan pencurian. Jaminannya ditetapkan sebesar lima juta dolar AS. Pelaku tidak mengaku bersalah atas semua tuduhan itu.

Hanukkah merupakan hari libur Yahudi selama delapan hari yang menandai rededikasi Kuil Yahudi kedua di Yerusalem, Kuil Suci pada abad kedua sebelum masehi. Pendiri Dewan Urusan Publik Yahudi Ortodoks, Yossi Gestetner, mengatakan pelaku penikaman menutup sebagian wajahnya dengan syal ketika melakukan penusukan kepada lima orang korban.

Dua di antaranya kini berada dalam kondisi kritis. "Salah satu anak rabi juga ditusuk," ujar Gestetner.

Rockland County merupakan kantong besar bagi penduduk Yahudi Ortodoks. Sekitar sepertiga dari mereka tinggal di komunitas terpencil tersebut.

Penikaman kali ini merupakan serangan terbaru yang menargetkan Yahudi di Amerika Serikat (AS), termasuk serangan penembakan di sebuah toko kelontong di New Jersey pada awal Desember. Jaksa Agung New Jersey Gurbir Grewal mengatakan serangan itu dipicu oleh kebencian terhadap orang Yahudi dan penegakan hukumnya.

AYO BACA : Donald Trump Undang PM Inggris untuk Negosiasi Pasca-Brexit

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan   Republika.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar