Yamaha

Predator Anak Ditangkap di Parongpong, Puluhan Siswa SD Jadi Korban

  Selasa, 24 Desember 2019   Tri Junari
Polres Cimahi menangkap pelaku pencabulan terhadap siswa SD di Parongpong. (Ayobandung.com/Tri Junari)

PARONGPONG, AYOBANDUNG.COM -- Jajaran reserse kriminal Polres Cimahi berhasil meringkus SN (29), pelaku pencabulan terhadap puluhan siswa sekolah dasar di Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Kapolres Cimahi AKBP Yoris Maulana Yusuf Marzuki menerangkan, terungkapnya aksi predator anak di bawah umur ini setelah Polsek Cisarua menerima laporan dari orang tua korban.

Sejauh ini pelaku mengakui telah mencabuli 17 anak laki-laki berusia 10-12 tahun. Korban merupakan siswa SD yang letak sekolahnya tak jauh dari warung kelontong tempat pelaku berdagang.

"Tidak menutup kemungkinan korban masih banyak karena pengakuan tersangka sudah melakukannya sejak tahun 2017,"ungkap Yoris saat gelar perkara di Mapolsek Cisarua, Selasa (24/12/2019).

AYO BACA : Sisir Sampah di Sungai, Pemkot Cimahi Siagakan Takesi

Menurutnya, pelaku melakukan aksi cabul kepada anak laki-laki saja setelah sebelumnya merayu korban dengan jajanan warung dan sejumlah uang. "Saat korban berada di dalam warung, tersangka merayu korban dengan memberi uang Rp5.000 atau jajanan kepada korban," jelasnya.

Saat ini polisi telah melakukan penahanan terhadap SN dan terus menggali informasi kemungkinan korban lain. Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 82 ayat (1) Undang-undang Tahun 2014 Perubahan Undang-undang 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak. 

"Kita terus melakukan penyidikan untuk mengetahui kemungkinan korban lain, untuk ancaman hukuman paling lama 15 tahun," ujarnya.

SN mengatakan, ia melakukan perbuatan bejatnya karena sering menonton video porno. Meski demikian, ia mengaku telah memiliki seorang istri dan dua anak yang masih berusia balita.

AYO BACA : Melintas di Lembang, Dua Bus Pariwisata Dikandangkan

"Awalnya jenuh saja diam di warung, terus iseng," ucap SN.

Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia KBB, Prihatin Mulyati menilai, pelaku SN pernah menjadi korban pencabulan pada usia 9 tahun. Analisis KPAI pelaku memiliki kelainan seksual diawali rasa dendam setelah menjadi korban dan kemudian ketagihan.

"Kepada kami SN mengaku pernah menjadi korban pencabulan pada usia 9 tahun, hal ini yang saya kira memicu pelaku melakukan pencabulan pada orang lain," ujarnya.

KPAI KBB juga melakukan pendampingan pada korban pencabulan ini untuk menghilangkan trauma setelah menjadi korban.

"Jauh yang lebih penting menjaga psikis korban untuk tidak mengalami trauma," kata dia.

AYO BACA : Pemkot Cimahi Sidak Harga Kepokmas di Pasar Antri

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar