Yamaha

Ganti Manajemen Tak Cukup untuk Benahi Masalah Garuda

  Rabu, 18 Desember 2019
Garuda Indonesia

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM--Pengamat penerbangan Marsekal TNI (Purn) Chappy Hakim mengingatkan upaya pembenahan di tubuh maskapai penerbangan PT Garuda Indonesia tidak cukup hanya dengan mengganti manajemen.

"Coba dicek dalam 2-3 tahun terakhir sudah berapa kali ganti manajemen. Berarti, Garuda itu ada masalah serius yg harus ditangani dengan benar," katanya, di Jakarta, Selasa (17/12).

Hal tersebut disampaikan mantan Kepala Staf TNI AU itu usai diskusi dan peluncuran buku "Abdul Hakim, Wartawan ANTARA; Dalam Kenangan Anak Cucu" yang menceritakan sosok ayahandanya. Chappy menegaskan akar permasalahan yang selama ini membelit harus dicari terlebih dulu, kemudian ditangani dan diselesaikan.

"Ditangani itu begini, kan dibilang merugi segala macam. Tetapi, kan tidak pernah terdengar diselidiki, atau dicari penyebabnya apa sebetulnya," katanya.

Kerugian bisa saja disebabkan berbagai macam, kata dia. Misalnya dari ketersediaan armada yang bermacam-macam sehingga tidak efisien, rutenya, dan sebagainya.

"Dulu, jumlah macam pesawat Garuda kan cuma Airbus sama Boeing. Tetapi, 10 tahun belakangan kita lihat ada ini, ada ini. Menguntungkan tidak? Saya kan tidak tahu, mustinya dicek," katanya.

Apabila sudah ditemukan akar permasalahannya, lanjut dia, dicarikan solusi penyelesaiannya. Kemudian disiapkan manajemen yang bisa menangani persoalan tersebut.

"Kalau mau membenahi Garuda, kalau dari saya, intinya sebenarnya dicek dulu, diaudit, diinvestigasi, diselidiki, apa yang menjadi penyebab Garuda merugi," katanya.

Menurut dia, pergantian manajemen juga sudah beberapa kali dilakukan tetapi ternyata tidak lebih baik, malah menimbulkan permasalahan. Termasuk kasus terakhir yang menyeret mantan Dirut Garuda Ari Ashkara.

"Intinya, ternyata dengan kejadian terakhir terbukti bahwa enggak cukup ganti manajemen untuk membenahi Garuda. Diselidiki dulu penyebabnya apa," kata Chappy.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan   Republika.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar