Yamaha

Kehausan Akibat Main HP, Pria Ini Keliru Minum Detergen hingga Tewas

  Selasa, 17 Desember 2019
Ilustrasi keracunan. (pixabay.com)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Saurabh Yadav, lelaki asal India dinyatakan tewas ketika dalam perjalanan liburan. Ia meninggal dunia karena keliru meminum cairan detergen.

Disadur dari laman Oriental Daily, Selasa (17/12/2019), Yadav pergi berlibur bersama temannya yang bernama Santosh Sharma. Keduanya berangkat dari Madhya Pradesh menuju Agra dengan naik kereta cepat.

Selama perjalanan, Yadav memilih untuk bermain game PUBG lewat ponselnya. Saking asyiknya memainkan game tersebut, ia pun merasa kehausan.

AYO BACA : Gara-Gara Ponsel, Seorang Anak di Bogor Tewas Tersambar Petir

Tak berselang lama, Yadav lalu merogoh tas milik temannya untuk mengambil minuman.

Setelah berhasil menemukan sebuah botol cairan, ia lalu meminumnya tanpa melihat botol tersebut karena matanya tertuju pada ponsel.

Alih-alih mendapat kesegaran, lelaki itu justru mengalami hal aneh. Ia merasa badannya terbakar dan langsung melihat botol cairan yang diminumnya.

AYO BACA : Dilarang Main Ponsel, Siswi SMP di Bandung Ditemukan Gantung Diri

Yadav pun merasa terkejut setelah mengetahui cairan itu adalah deterjen. Ia dan teman-temannya pun panik dan bergegas mencari bantuan.

Namun, karena kereta cepat tidak bisa berhenti, Yadav tidak bisa mendapat pertolongan. Sesampainya di stasiun penghentian, Yadav dinyatakan tewas.

Setelah kejadian, aparat kepolisian mengamankan Sharma. Menurut keterangan lelaki itu, ia memang membawa cairan asam saat perjalanan karena bekerja sebagai pegawai perhiasan.

Cairan itu biasanya digunakan untuk membersihkan perhiasan dari perak. Kendati begitu, pihak keluarga Yadav menyalahkan Sharma karena dituduh membiarkan anaknya menenggak deterjen.

AYO BACA : Awas! Jangan Taruh Handphone di Ranjang Saat Tidur

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan   Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar