Yamaha

Libur Akhir Pekan, Yuk Kunjungi Babakaran & Bakso Bandung 2019

  Senin, 16 Desember 2019   Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Konferensi pers Babakaran & Bakso Bandung 2019, di Bandung, Senin (16/12/2019). (Ayobandung.com/Eneng Reni Nuraisyah Jamil)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM -- Kabar gembira bagi kamu yang gemar makan bakso dan penganan serba dibakar. Pekan ini akan hadir event "Babakaran & Bakso Bandung 2019" yang diadakan di Jalan Dr. Sukarno (Cikapundung Timur), Kota Bandung.

Ketua penyelenggara, Agus Dwi Heryanto menyampaikan, event "Babakaran & Bakso Bandung 2019" ini akan diadakan selama tiga hari yaitu 20-22 Desember 2019 mulai pukul 09.00-21.00 WIB. Event ini merupakan pengembangan dari event Festival Bakso selama tiga tahun terakhir.

"Pelaksanaan menuju acara, persiapannya sudah mendekati tahap akhir. Pelaksanaan event ini kita sudah siapkan sematang mungkin. Event ini juga kita selenggarakan karena merujuk event sebelumnya, festival bakso di tiga tahun ke belakang," ungkap Agus dalam konferensi pers Babakaran & Bakso Bandung 2019, di Bandung, Senin (16/12/2019).

Agus menyampaikan, selain aneka bakso, kali ini akan hadir varian makanan yang dibakar, seperti sate, steak, ayam bakar, dan segala macam makanan lainnya. Sementara, Agus menyampaikan, alasan melakukan inovasi dengan menyelipkan menu serba dibakar lantaran menyiasati supaya para pecinta kuliner tidak jenuh dengan event tiga tahun terakhir yang hanya menyajikan varian bakso saja.

AYO BACA : Kiat Bisnis Pengusaha Bakso

"Tapi di tahun ini ada invasi babakaran dengan tujuan untuk memancing animo masyarakat yang lebih besar. Kalau bakso insyaallah tidak diragukan lagi animonya selalu luar biasa. Sekarang kami memberikan inovasi baru khususnya babakaran. Mudah-mudahan inovasi ini menjadi momen mengangkat penghasilan para tenant bakso dan babakaran," katanya.

Apalagi, Agus menilai, kuliner babakaran dan bakso diyakini masih menjadi primadona dan makanan favorit di masyarakat khususnya di Bandung. Karenanya, Agus berharap event kali ini bisa menyedot lebih banyak kunjungan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang bisa mencapai 10.000 pengunjung setiap harinya.

"Dari tahun ke tahun, kita mengalami pengingkatan. Di tahun pertama 12.000 pengunjung selama dua hari acara. Tahun kedua 20.000 pengunjung, dan tahun ketiga 30.000 pengunjung yang terserap. Tapi sebetulnya, statistik pengunjung lebih dari 50.000, dan hampir sebagaian besar dari luar kota," lanjut Agus.

Sementara itu, Agus menyampaikan, event kali ini diikuti 30 peserta atau tenant babakaran dan bakso. Jumlah ini kata dia memang mengalami penurunan tenant. Lantaran pihak penyelenggaran melakukan kurasi dan pembatasan jumlah peserta untuk memberikan ruang bagi para pengunjung.

AYO BACA : Kenyalnya Bakso Urat Padasuka yang Menggoyang Lidah

"Ini untuk antisipaisi dan solusi untuk menjadi tempat para pengunjung. Sekarang di lolasi akan dipenuhi kursi yang bisa menampung mencapai 150 meja atau bisa menampung lebih dari 15.000 per hari. Sekarang kita fokus untuk tempat duduk dibuat lebih banyak sesuai dari evaluasi tahun kemarin. Karena tahun kemarin membludak banget. Makanya kita sekarang kurangi 10 tenant untuk mengakomodir pengunjung dan antisipasi parkir," katanya.

Sementara itu, para pemilik UKM atau tenant ini pun sebagian besar berasal dari Kota Bandung. Pasalnya, Agus mengakui penyelenggaraan event ini adalah untuk memberikan kesempatan kepada para pelaku usaha kuliner khususnya di Bandung untuk bisa lebih berkembang dengan mempromosikan usahanya di acara tesebut.

"Omzet tahun kemarin luar biasa, karena kalau standar per tenant rata rata Rp9-10 juta omzet perhari. Makanya strategi tahun ini ke masing masing tenan diberikan petunjuk untuk melakukan inovasi semenarik apapun. Seperti tahun ini, produk uggulan bakso kelapa muda, steak bakso, bakso Irfan Gakim, bakso rujak, bakso spiderman. Untuk babakaran, ada sate taichan, sate seafood, sate jandol, dan lainnya," kata Agus.

Di sisi lain, Agus menyampaikan, transaksi selama event Babakaran & Bakso Bandung 2019 akan menggunakan voucher. Agus menyampaikan, para pengunjung dapat membeli voucher ini di kasir yang tersebar di area kegiatan.

Masing-masing voucher memiliki nominal Rp5.000, Rp10.000, Rp20.000, dan Rp50.000. Sedangkan harja jual jajanan minimal Rp25.000 sudah termasuk produk minuman.

"Inovasi voucher ini bagian dari identitas kami karena selama tiga tahun terakhir berdasarkan survei aktivitas, kami melihat penggunaan voucher lebih banyak menyerap pengunjung. Karena di sini kita juga memerlukan kecepatan dan dari segi tim sudah disiapkan untuk itu. Dengan voucher juga transaksi akan terkontrol, dalam pemasukan, dan untuk memudahkan kurasi pendapatan voucher. Kita pernah cashless pakai aplikasi, tapi cukup memakan wakku dan cukup mengambat proses kecepatan dalam aktivitas transaksi," ujarnya.

AYO BACA : Mencicipi Bakso Goreng Tenggiri Legendaris di Kota Bandung

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar