Yamaha

Pembunuhan Wanita di Cimahi Dipicu Perkara Pakaian Dalam

  Minggu, 15 Desember 2019   Tri Junari
Polres Cimahi meminta keterangan tersangka NS. (Ayobandung.com/Tri Junari)

CIMAHI SELATAN, AYOBANDUNG.COM -- Gara-gara enggan mengantar kekasih membeli pakaian dalam, NS (31) pria yang sehari-hari bekerja sebagai ojek online di Kota Cimahi nekat berbuat sadis. Ia menusuk kekasihnya Yori Yance (29) hingga tewas.

NS menyerang korban secara membabi buta menggunakan senjata tajam jenis belati pada bagian pinggang, dada, dan kepala korban. Insiden itu terjadi di belakang Perum Baros Indah, RT 02, RW 03, Kelurahan Utama, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, tak jauh dari kamar kosan keduanya tinggal, Kamis (14/12/2019), pukul 22.30 WIB.

Kapolres Cimahi AKBP M Yoris Maulana Yusuf Marzuki melalui siaran persnya menerangkan, polisi menangkap pelaku tak lama setelah menerima laporan dari keluarga korban. 

Kepada polisi, pelaku NS mengaku gelap mata hingga nekat menghunus belati ke badan kekasihnya setelah dibakar api cemburu dan bertengkar soal pakaian dalam. Siang sebelum kejadian korban meminta pelaku untuk mengantarnya membeli pakaian dalam ke sebuah mall di Kota Bandung.

Namun saat itu pelaku menolak dan menyarankan korban membeli celana dalam di toko online saja. Korban yang kecewa meninggalkan pelaku dan pergi ke kosannya yang letaknya tak jauh dari kosan pelaku.

"Pelaku datang ke kosan korban tetapi korban tidak ada di kosannya, karena tidak bertemu, selanjutnya pelaku pergi dan meninggalkan catatan di gagang pintu kosan korban, yang isinya menyangka korban pergi dengan pria lain," papar Yoris.

Setelah meninggalkan kosan korban, pelaku mangkal di sekitar Halte depan Puskesmas tak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP). Di sakunya terselip sebilah belati yang selalu dibawanya untuk jaga diri.

"Pengakuan tersangka belati itu kerap dibawa untuk jaga diri saat ngojek," katanya.

Tak berselang lama, korban melaju ke lokasi kejadian menumpangi mobil bersama dua orang kakak ipar dan lima keponakannya. 

"Korban turun dari mobil sambil menggendong keponakannya yang bernama K, begitu melihat hal tersebut, emosi pelaku langsung memuncak. Pelaku langsung menusuk pinggang korban beberapa kali hingga tersungkur," ujarnya.

Bukannya menghentikan serangan, pelaku justru terus menusuk korban meski korban telah ambruk. Tusukan mengenai dada bahkan kepala kekasihnya hingga meregang nyawa.

"Ketika korban terjatuh dan bersimbah darah pelaku tidak menghentikan tusukannya, tetapi malah menusuk lagi ke dada korban secara berulang kali serta menghantamkan pisau belati tersebut ke arah kepala bagian kanan dan kiri secara berulang kali," tuturnya.

Serangan membabi buta itu terhenti setelah kakak ipar korban yang menyaksikan peristiwa itu berusaha melerai. Namun pelaku malah berupaya menyerang dan kabur meninggalkan kekasihnya yang bersimbah darah.

"Kami masih melakukan pemeriksaan mendalam motif yang membuat pelaku tega berbuat sadis pada kekasihnya ini," ungkap Yoris. 

Ditemui terpisah, Kakak ipar korban, Sri Sugianto menuturkan sebelum kejadian sadis ini korban bersamanya pergi beribadat ke gereja. "Jadi saya turun dari mobil langsung jalan duluan ke kontrakan. Terus anak saya teriak-teriak, saya kira bercanda. Setelah saya cek ke depan, ternyata adik ipar saya udah tergeletak dan berdarah," kata Sri saat ditemui di kediamannya, Minggu (15/12/2019).

Soal penyebab penusukan tersebut, Sri mengaku tak tahu menahu. Sebab adik iparnya itu dikenal sebagai pribadi yang tertutup, bahkan pada kakak kandungnya sendiri. 

Namun Sri mengakui jika hubungan antara adik iparnya dengan pelaku memang kurang harmonis meskipun telah dua tahun berpacaran. "Jangankan ke saya, ke suami saya (kakak kandung korban), dia itu tertutup. Jadi enggak tahu apa masalahnya," kata dia. 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar