Yamaha

Jadi Miskin Usai Harbolnas

  Sabtu, 14 Desember 2019   Netizen Raden Siti Yustianisa Nurul Aini
Harbolnas

AYOBANDUNG.COM -- Apakah kamu menjadi salah satu dari jutaan umat manusia yang menabung jelang Harbolnas (Hari Belanja Online Nasional) 12.12 kemarin? Dan setelah menabung lama, apakah uangmu langsung menyusut drastis dalam waktu hitungan jam? Jika ya, berarti kita sama!

Seperti yang kita tahu, diskon besar-besaran telah menjadi tren tersendiri di Indonesia mau pun mancanegara jelang akhir tahun. Harbolnas pun mengadaptasi konsep diskon besar-besaran tersebut namun dikemas dengan lebih modern. 

Jika biasanya kamu rela mengantre dan berdesakan berburu midnight sale jelang natal dan tahun baru, kini kamu cukup duduk santai di rumah sambil menonton TV. Cukup bermodalkan smartphone, jaringan internet dan uang di rekening bank, kamu bisa berbelanja segala hal tanpa harus repot terpapar polusi di jalan raya.

Para e-commerce seperti Shopee, Lazada, Bukalapak dan banyak masih lagi berlomba mempromosikan penawaran Harbolnas mereka secara besar-besaran lewat berbagai platform. Jika kamu sedang terjebak kemacetan di jalan raya lalu iseng membaca papan iklan di sekitar, pasti kamu akan menemukan godaan belanja 12.12 yang terpampang di seluruh sudut kota. 

Belum lagi ketika kamu berselancar di Instagram , Twitter, Facebook, dan media sosial lainnya, pasti iklan tersebut seakan memanggil dan menggoda untuk ikut tenggelam dalam euforia diskon 12.12.

Banyak orang yang tadinya tidak berminat untuk membelanjakan uangnya pada hari itu akhirnya tergoda juga dengan penawaran murah disertai iklan yang bombastis.
 
Bagaimana tidak, perempuan para ‘bucin skincare’ ditawarkan skincare dari merek terkenal dengan harga Rp12.000 saja. Disusul dengan diskon makeup yang bisa mencapai 50% bahkan lebih. Belum lagi barang-barang lain yang harganya tidak masuk akal, hanya Rp99! Wah, kalau bayar pakai uang koin Rp100 pun masih ada kembaliannya. Bahkan, diskon besar sisa-sisa Harbolnas masih berjalan hingga hari ini, loh!

Bahkan kini ternyata bukan hanya e-commerce besar yang terlibat langsung dan memeriahkan Harbolnas. Beberapa usaha pribadi pun mulai menawarkan diskon besar-besaran dengan tenggat waktu singkat, sekitaran tanggal 12 Desember. 

Tentu dengan desakan belanja sana-sini membuat jiwa menabung kita mulai goyah. Destinasi wisata tujuan yang sudah dipersiapkan untuk liburan akhir tahun pada akhirnya harus dikaji ulang karena uang yang mendadak menipis atau bahkan habis selepas Harbolnas. 

Jika kamu sudah sampai di titik ini maka berhati-hatilah, artinya jiwa konsumerisme terlah merasukimu. Kamu harus membuka mata bahwa e-commerce yang terlihat ‘baik’ karena memberi diskon fantastis ini sebenernya memiliki pengaruh buruk yang tak kalah besar karena membuat kamu jauh jadi konsumtif

Membahas fenomena ini, saya jadi teringat sebuah teori tentang industri budaya oleh Theodor Adorno. Pada akhirnya budaya berbelanja massal di tengah masyarakat menjadi bagian dari pelaksanaan industri yang kapitalis. 

Industrialisasi dan komodifikasi budaya dalam praktik perdagangan online lewat medium media massa dengan tujuan komersil membuat masyarakat tidak lagi melihat barang dagang dari nilai guna, kualitas dan keperluan pribadi, namun lebih karena terpengaruh iklan yang bombastis. Ternyata tanpa disadari kita sebagai masyarakat terjebak dalam realitas semu.

Dengan banyaknya penawaran diskon ini, kita seakan diberikan ‘tekanan’ untuk berbelanja dengan tenggat waktu yang singkat. Pada akhirnya kita sering kali terbawa arus berbelanja sesuai dengan apa yang ditawarkan e-commerce, bukan apa yang sedang dibutuhkan. 

Fenomena Harbolnas 12.12 memang sesekali sangat layak untuk dinikmati. Tapi tentu jangan sampai tenggelam dengan kenikmatan sesaat ya! Kamu pasti enggak mau miskin mendadak, kan?  Jangan lupa juga banyak hal lain yang perlu kamu pikirkan, misal tabungan nikah (kalau sudah ada jodohnya). Semoga Harbolnas tahun depan kita sudah menjadi konsumen yang bijak, ya! 

*Raden Siti Yustianisa Nurul Aini
Mahasiswa Jurnalistik Universitas Padjadjaran

Netizen :

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar