Yamaha

Cerita Rakyat tentang Telapak kaki Kuda Terbang di Gunung Cupu

  Sabtu, 14 Desember 2019   Dede Nurhasanudin
Gunung Cupu. (Ayopurwakarta.com/Dede Nurhasanudin)

SUKATANI, AYOBANDUNG.COM -- Di balik keindahan gunung, tidak jarang terdapat cerita rakyat atau yang diyakini pernah terjadi di  tempat tersebut. Begitupun dengan Gunung Cupu di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.

Gunung Cupu terletak di dua kecamatan, yaitu kecamatan Plered dan Sukatani. Ada cerita tentang makhluk gaib yang berkaitan dengan nama gunung dan daerah sekitarnya. Salah satunya mengenai keberadaan tapak kaki kuda terbang di puncak gunung tersebut.

Ayopurwakarta.com (Ayo Media Network) menelusuri asal muasal keberadaan tapak kaki kuda tersebut dengan menemui sesepuh di Desa Cianting, Kecamatan Sukatani, bernama Wira Atmaja.

Dengan ucapan yang sudah kurang jelas dan pendengaran mulai berkurang, kakek berusia 85 tahun itu mencoba menceritakan kisah jejak telapak kaki kuda terbang itu.

Nama Gunung Cupu berasal dari nama penunggu gunung tersebut, yang merupakan makhluk gaib, bernama Cupu Manik. Dia memiliki seekor kuda bersayap bernama Samprani.

AYO BACA : Menikmati Kopi Kaki Gunung Ciremai di Desa Wisata Kopi Cibereum

Kuda tersebut sering terbang hilir mudik dari Gunung Hejo ke Gunung Cupu. Karena itu, hewan iu meninggalkan jejak kakinya, yang hingga saat ini dianggap masih ada di bagian puncak gunung tersebut.

"Baheulana aya kuda jangjangan anu sok ditunggangi ku Eyang Dalem Cupu Manik, bulak-balik we kitu, tepi ka aya tapak suku kuda di luhur Gunung Cupu, tapak eta ayana dina sedong di handap batu gede anu aya di luhur gunung eta," ungkap kakek yang akrab disapa Ki Irat itu, saat ditemui di rumahnya, di Kampung Cianting Tengah RT 03 RW 01, Desa Cianting, Kecamatan Sukatani, Purwakarta, Sabtu (14/12/2019).

Cerita keberadaan tapak kaki kuda itu erat kaitannya dengan nama Desa Cianting, Kecamatan Sukatani, tempat Gunung Cupu berada.

Istri dari Eyang Cupu Manik pada waktu itu terbang. Saat terbang, anting miliknya jatuh di tempat yang sekarang dinamai Desa Cianting. Menurut Ki Irat, jatuhnya anting tersebut di sekitaran Kampung Cianting Tonggoh (atas).

Ki Irat mengaku tidak mengetahui nama dari istri Eyang Cukup Manik. Hal yang dia tahu bahwa keduanya adalah makhluk gaib yang pernah ada di kampungnya pada zaman dahulu.

AYO BACA : Sindangsono, Kampung Singgahnya Musafir Gunung Galunggung

"Teu apal ngaran istrina mah saha, ngan sa apal aki mah kitu, jadi aya kaitana antara Gunung Cupu sareung nami desa atawa lembur anu ayeuna namina Cianting," ujar kakek yang pernah menjadi dalang tersebut.

Dia mengatakan, di puncak Gunung Cupu terdapat sebuah gua kecil yang konon sering dijadikan tempat pertapaan, baik warga sekitar maupun warga yang berasal dari luar Kabupaten Purwakarta.

"Baheula mah loba anu sok tarapa di luhur gunung menta sagala kaniatan," ujarnya.

Seiring perkembangan zaman dan teknologi, Gunung Cupu kini berubah menjadi salah satu destinasi wisata alam.

Gunung berketinggian 333 meter di atas permukaan laut dengan ketinggian tebing sekitar 150 meter dan lebar sekitar 27 meter ini memiliki daya tarik tersendiri.

Jika sudah berhasil naik ke puncak gunung, Anda akan disuguhkan dengan pemandangan indah Purwakarta. Hamparan persawahan luas menambah keindahan pemandangan di atas Gunung Cupu. Cocok rasanya bagi mereka yang hobi berswafoto.

AYO BACA : DPRD Jabar Dukung Situs Gunung Padang Jadi Destinasi Wisata Kelas Dunia

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar