Yamaha

Pemkot Cimahi Peroleh Rp2,5 Miliar dari PAD Air Bersih

  Kamis, 12 Desember 2019   Tri Junari
Ilustrasi air bersih. (istimewa)

CIMAHI, AYOBANDUNG.COM -- Pendapatan Asli Daerah (PAD) retribusi air bersih dari Sistem Pengolahan Air Minum (SPAM) dikelola Unit Pelaksana Teknis (UPT) Air Minum pada Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) Kota Cimahi mencapai Rp2,57 miliar.

Kepala UPT Air Minum pada DPKP Kota Cimahi, Dede M Asoriri mengatakan, target PAD tahun 2019 dicanangkan sebesar Rp2,8 miliar. Dengan sisa waktu beberapa pekan lagi DPKP optimis target akan tercapai.

AYO BACA : Krisis Air, Warga Cimahi Beli Air Galon untuk Kebutuhan Sehari-hari

Saat ini pelanggan SPAM UPT Air Minum Kota Cimahi mencapai 4.300 Sambungan Rumah (SR). Namun yang baru tersambung air bersih baru sekitar 3.260 SR. Sementara sisanya masih dalam proses pengaliran.

"Ada yang udah terpasang sekitar 1.000 itu belum ngocor. Mungkin akhir tahun sudah ngocor. Kalau PAD terealisasi sampai sekarang sekitar Rp2,57 miliar, tinggal Rp130 juta lagi tercapai," terangnya, Kamis (12/12/2019).

AYO BACA : Cimahi Targetkan Pemasangan Seribu Istalasi Sambungan Air Bersih

SPAM milik UPT Air Minum Kota Cimahi sendiri terletak di Kompleks Perkantoran Kota Cimahi, Jalan Rd. Hardjakusumah, Kota Cimahi. SPAM tersebut memiliki kapasitas produksi hingga 4.300 kubik per hari, dengan memanfaatkan aliran air dari Sungai Cimahi.

Retribusi yang didapat dari para pelanggan itu, lanjut Dede, cukup untuk biaya pemeliharaan dan operasional UTP Air Minum Kota Cimahi yang tahun ini mencapai sekitar Rp1,89 miliar. Dianggarkan untuk pemeliharan, total tahun ini untuk bahan kimia untuk pegawai dan lain lain tahun ini Rp1,89 miliar. 

"Jadi kalau dibandingkan ke PAD (2,7) udah surplus. Semuanya masuk kas daerah," pungkasnya.

AYO BACA : Krisis Air Landa SD Cimahi, Siswa Bekal Air untuk Kencing dan Wudhu

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar