Yamaha

Isu Penelantaran Atlet, Ini Kata KONI Tasikmalaya

  Kamis, 12 Desember 2019   Irpan Wahab Muslim
Muhammad Taufik, atlet peraih medali emas SEA Games 2019, saat disambut di Polres Tasikmalaya. (Ayotasik.com/Irpan Wahab Muslim)

TASIKMALAYA, AYOBANDUNG.COM -- Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Tasikmalaya membantah jika pihaknya menelantarkan Muhammad Taufik (30), atlet peraih satu medali emas dan perunggu dari Triathlon dan modern pentathlon di SEA Games 2019.

Atlet asal Cimanggu, Kecamatan Puspahiang, Kabupaten Tasikmalaya, itu diketahui pulang dengan menggunakan angkutan umum dari Bandung ke rumahnya di Tasikmalaya.

Ketua KONI Kabupaten Tasikmalaya Saeful Hidayat menuturkan, pihaknya tidak mendapatkan kabar dari Muhamma Taufik terkait kepulangannya. Namun sesampainya dirumah, pihak KONI langsung menemui Taufik.

"Dini hari sampai ke Tasik, kita langsung temui taufik dirumahnya. Kami tidak mendapatkan informasi jika Taufik pulang lebih awal, " paparnya melalui sambungan telepon, Rabu (11/12/2019).

AYO BACA : Atlet SEA Games Pulang Naik Elf, Pengamat: Mandiri dan Sederhana

Saeful menambahkan, salama ini pihaknya sangat membantu Muhammad Taufik dan atlet lainnya. Selain dorongan moral, kata Taufik, tidak jarang juga KONI memberikan sedikit bekal terutama saat atlet akan bertanding ke luar daerah.

"Engga, kita tidak menelantarkan atlet, justru kita selalu dorong mereka untuk berprestasi. Meskipun tidak banyak kita sering beri uang saku," tambahnya.

Sebelumnya, 

Dalam konferensi pers yang digelar di Kantor KONI Kabupaten Tasikmalaya di Komplek Dadaha Kota Tasikmalaya, Rabu (11/12/2019), Taufik menuturkan, setibanya di Jakarta dari Filipina, ia dijemput oleh Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menuju hotel Atlet untuk menunggu kepulangan ke daerah. Namun saat itu, kata Taufik, ia bermasalah dalam kesehatan.

AYO BACA : Atlet Pulang Naik Angkutan Umum, DPRD Jabar Soroti Masalah Komunikasi

"Karena kondisi sakit harus izin pulang. Waktu itu juga ada yang lain kontingen Jabar pulang dan diberi akomodasi untuk ke daerah. Berangkat sekitar 5 orang. Pakai bis diakomodasi Kemenpora," papar Taufik.

Dia menambahkan, setibanya di Bandung, ia merasakan sakit yang semakin menjadi, akhirnya tanpa berkordinasi dan komunikasi dengan KONI baik Provinsi maupun Kabupaten Tasikmalaya Ia pulang dengan menggunakan angkutan umum.

"Setibanya subuh Bandung saya istirhat dan akan pulang ke Tasikmalaya. Di Bandung tidak diinformasikan bahwa saya mau pulang, cuma waktu itu ketika sore hari berniat pulang karena sakit semakin nambah dan memutuskan pulang ke tasik," tambahnya.

Saat diperjalanan, ia menelpon kakaknya yang berada di Tasikmalaya untuk menjemput kedatangannya di Terminal Singaparna. Saat menelepon, secara kebetulan di rumah Kakak Taufik sedang ada kunjunngan dari Polsek Puspahiang.

"Pas informasikan hal itu di dalam mobil, kebetulan ada kapolsek Puspahiang sedang kunjungan ke rumah kakak saya, langsung respon dan kita jemput. Di tengah perjalanan tepatnya di Polsek Cilawu saya dijemput," ujarnya.

Dalam konferensi pers itu, Taufik membantah jika dirinya ditelantarkan hingga akhirnya pulang dengan angkutan umum. Kepulangannya itu justru merasakan sakit yang semakin menjadi.

AYO BACA : Naik Angkutan Umum Setelah SEA Games, Atlet Tasik Akui Sedang Sakit

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar