Yamaha

Warga Sindangkerta Tanam Pohon Pisang di Tengah Jalan Rusak

  Rabu, 11 Desember 2019   Tri Junari
Pohon pisang tertanam di tengah jalan antara Kampung Peusing dan Kampung Malaka di Desa Sindangkerta, Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Rabu (11/12/2019). (Ayobandung.com/Tri Junari)

SINDANGKERTA, AYOBANDUNG.COM -- Karena kecewa jalan penghubung antar kampung tak kunjung diperbaiki, tiga pohon pisang tertanam di tengah jalan antara Kampung Peusing dan Kampung Malaka di Desa Sindangkerta, Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Rabu (11/12/2019).

Rizal (26), warga setempat, tidak mengetahui siapa yang menanam pohon pisang itu. Namun, menurutnya pohon itu pertama kali dilihatnya sekitar pukul 06.00 WIB. 

"Saya tidak tahu siapa yang menanam, tahu-tahu sudah seperti itu saja, kemungkinan ditanamnya malam atau dini hari," kata Rizal, Rabu (11/12/2019) sore.

Rizal menduga, adanya pohon pisang tengah jalan merupakan bentuk kekecewaan warga karena jalan rusak tak kunjung diperbaiki.

"Jalan ini menjadi penghubung antara Kampung Malaka dan Kampung Peusing, jalannya rusak dan becek kalau hujan," ucapnya.

Rizal mengatakan, banyak pengendara sepeda motor yang terjatuh karena ban kendaraannya selip saat melewati jalan bebatuan disana. Kondisi ini diperparah jika hujan tiba, karena batu yang tergilas akan menjadi licin.

"Awalnya sih ada tiga pohon, tapi yang lainnya sudah dipindahkan ke pinggir. Enggak tahu sama siapa, yang jelas, cuma ada satu di sini yang masih berdiri," katanya.

Warga lainnya, Didin (30), mengatakan jalan tersebut belum jelas status pengelolaannya. Pasalnya, jalan sepanjang 500 meter itu, awalnya digunakan untuk akses mobil pertambangan. 

"Tapi sudah lama tambang itu juga enggak aktif, sekarang tidak tahu bagaimana, tapi warga ingin jalan ini diperbaiki, tentunya dengan kualitas yang tidak asal-asalan," ucap Didin.

Menurutnya, selama ini memang banyak warga yang mengeluh soal rusaknya jalan tersebut. Mereka berharap pemerintah daerah memperhatikan kebutuhan dasar masyarakat sekitar.

"Saya buka warung, banyak warga yang cerita saat datang berkunjung, makanya saya tahu warga geram dengan rusaknya jalan," katanya.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar