Yamaha

Robert Alberts Tolak Anggapan Persib Inkonsisten

  Rabu, 11 Desember 2019   Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Pelatih Persib Bandung Robert Alberts saat konferensi pers usai pertandingan di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Selasa (3/12/2019). (Ayobandung.com/Kavin Faza)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM – Menjelang laga kontra Borneo FC di Stadion Segiri, Samarinda, Rabu (11/12/2019), Persib belum menang di empat laga terakhir.

Persib hanya bisa mencatatkan 2 kali imbang dan 2 kekalahan dari 4 laga tersebut.

Kala itu, Persib ditahan imbang 0-0 oleh Barito Putera dan PSS Sleman. Adapun kekalahan Persib dikantongi saat berduel kontra Bali United (2-3) dan Persela Lamongan (0-2).

Di 6 laga awal putaran kedua musim 2019, Persib tak terkalahkan. Persib lima kali menang dan hanya sekali imbang.

AYO BACA : Persib Pincang di Laga Tandang Terakhir, Robert Alberts Bakal Ngabret

Namun, kini kondisi itu turun drastis. Tak ayal, banyak pihak menganggap performa Persib inkonsisten. 

Namun, pelatih Persib Robert Alberts menolak anggapan bahwa anak asuhnya tak tampil konsisten. Menurut Robert, timnya hanya mengalami permasalahan mental ketika dihadapkan dengan ekspektasi publik yang tinggi.

"Saya sangat tidak setuju dengan anggapan permainan kami yang inkonsistensi. Kami memiliki laga yang buruk di kandang melawan Lamongan ketika kami kalah dan kami tidak bisa memikul ekspektasi tinggi sehingga tidak bermain dengan baik," ungkap Robert.

Selain itu, di empat laga terakhir yang dilakoni Persib, Robert menilai timnya tak selalu tampil di bawah standar. Ketika  Persib menghadapi Bali United, kata Roberts, meski kalah, Persib sejatinya tampil baik dan mampu mengimbangi permainan tuan rumah.

AYO BACA : Umuh Muchtar: Robert 'Sakit' Jika Tetap Perpanjang Kontrak Kevin

Robert mengatakan, kekalahan yang dialami Persib saat mengadapi Bali terjadi karena pertandingan yang digelar terlalu malam. Menurut Robert, konsentrasi pemain buyar pada menit akhir karena kelelahan.

Begitu pula saat ditahan imbang PSS Sleman. Robert menilai, Persib bisa mendominasi jalannya pertandingan. Namun, penyelesaian akhir yang buruk membuat Maung Bandung gagal mengamankan kemenangan.

"Tapi kami bisa bermain dengan baik ketika melawan Sleman dan begitu pula ketika di Bali. Hanya saja penurunan performa terjadi karena kick off digelar pada 21.30 dan itu sedikit terlalu malam. Bukan saya mencari alasan, kami melakukan pekerjaan dengan baik tapi ada sedikit kesalahan dan agak kurang konsisten dalam memainkan sepak bola," ujarnya.

Robert tak menampik, timnya memang bermain buruk dan tidak sesuai harapan saat kalah dari Persela. Robert juga mengakui performa yang ditunjukkan tim asuhannya saat melawan Persela merupakan performa terburuk di musim ini. Namun hal itu, menurut Robert, bukanlah inkosistensi dalam menjalani pertandingan.

"Tapi kami bermain buruk hanya ketika melawan Lamongan di kandang jadi saya tidak setuju dengan anggapan kami bermain inkonsisten. Kami bermain baik tapi tidak bisa mencetak gol dan saya yakin bisa meraih hasil yang lebih baik," ujarnya.

Karena itu, untuk menghentikan paceklik kemenangan tersebut, Persib bertekad mencuri poin penuh dalam laga pekan ke-32 Liga 1 2019 kontra Borneo FC. Persib pun berhasrat menjaga peluang mengakhiri kompetisi Liga 1 2019 di posisi lima besar.

"Tapi kami juga memastikan datang ke sini untuk meningkatkan posisi lebih tinggi karena hanya tingga tiga laga lagi untuk membawa kami mencapai target yang dicanangkan. Jadi kami dalam determinasi tinggi untuk mendapatkan hasil yang bagus. Setiap pertandingan targetnya adalah menang, setiap pertandingan dan itu sama untuk besok, mendapat tiga poin," ujarnya.

AYO BACA : Tak Mainkan 3 Pilar, Persib Tak Ciut di Kandang Borneo FC

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar