Yamaha

Atlet Pulang Naik Angkutan Umum, DPRD Jabar Soroti Masalah Komunikasi

  Rabu, 11 Desember 2019   Nur Khansa Ranawati
Muhammad Taufik, atlet peraih medali emas SEA Games 2019, saat melakukan konferensi pers, Rabu (11/12/2019). (Ayotasik.com/Irpan Wahab Muslim)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Sejak dua hari lalu, jagat media tengah diramaikan oleh berita seorang peraih medali emas dalam SEA Games 2019 asal Jawa Barat, Muhammad Taufik (30), yang pulang dengan menggunakan kendaraan umum elf dari Bandung.

Atlet asal Cimanggu, Desa Puspahiang, Kabupaten Tasikmalaya, ini diketahui merupakan atlet triathlon dan modern pentathlon.

Hal tersebut memunculkan reaksi yang beragam di masyarakat. Sebagian mempertanyakan kehadiran negara yang seolah abai terhadap kesejahteraan atletnya yang telah berjasa mengharumkan negara.

Menanggapi hal ini, Wakil Ketua Komisi V DPRD Jawa Barat, Abdul Hadi mengatakan, berdasarkan komunikasinya dengan pihak KONI Jabar, salah satu hal yang mendasari 'lolosnya' kepulangan Taufik dari pihak penyelenggara adalah karena cabor yang diambilnya belum memiliki induk di Indonesia sehingga komunikasi yang terjalin di kalangan atlet yang bersangkutan cukup jarang terjadi.

Selain itu, dia menyebutkan, sang atlet memutuskan untuk pulang terlebih dahulu atas inisiatif sendiri tanpa pemberitahuan pada pihak representasi negara termasuk pengurus perwakilan Jabar.

AYO BACA : Naik Angkutan Umum Setelah SEA Games, Atlet Tasik Akui Sedang Sakit

"Saya enggak kenal atlet yang bersangkutan tetapi dari konfirmasi saya ke KONI sih karena cabornya sendiri belum masuk di KONI, hubungan personal dengan KONI belum dekat jadi ya mungkin kurang kenal jadi kurang terpantau," ungkapnya pada Ayobandung.com, Rabu (11/12/2019).

"Kedua juga karena jadwal olahraga yang bersangkutan selesai lebih awal, mungkin karena satu dan lain hal dia ingin cepat sampai di rumah tanpa pamitan dulu," tambahnya. Abdul menilai titik permasalahan ada pada miskoordinasi antara atlet yang bersangkutan dengan panitia perwakilan.

"Masalahnya karena tidak kenal dan tidak koordinasi secara langsung siapa yang sudah pulang atau belum," jelasnya.

Meski Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum sempat meminta maaf atas kepulangan tanpa jemputan dan sambutan tersebut, Abdul menyebutkan hal tersebut terjadi bukan karena pengabaian pihak provinsi maupun pemerintah pusat.

AYO BACA : Atlet Peraih Emas SEA Games Pulang Naik Elf, Ini Penjelasan KONI Jabar

Dia meyakini masing-masing atlet sudah memiliki liaison officer (LO) yang bertugas mengurusi berbagai keperluan sang atlet.

"Setiap atlet pasti punya LO yang mengurusi mereka dari mulai  kedatangan di hotel hingga kepulangan. Itu sudah standarnya," jelasnya. Sehingga, Abdul mengatakan hal soal koordinasi tersebut dapat menjadi pelajaran bagi seluruh pihak yang terlibat.

"Ini pelajaran buat semua pihak," ungkapnya.

Sementara itu, dalam konferensi persnya yang digelar di Kantor KONI Kabupaten Tasikmalaya di Komplek Dadaha Kota Tasikmalaya, Rabu (11/12/2019), Taufik membantah keterangan yang mengatakan bahwa ia ditelantarkan.

"Tidak benar kalau saya ditelantarkan, karena di bandara kita sudah dijemput, dikasih uang saku dan akomodasi. Dari Bandung saya minta izin pulang. Semua fasilitas dari pusat ada, tetapi dari Jabar dan Tasik saya tidak ada koordinasi dengan mereka. Jadi saya pulang naik angkutan umum," bebernya.

AYO BACA : Atlet Tasik Pulang Naik Angkutan Umum, Wagub Uu Minta Maaf

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar