Yamaha

Bandara Husein Sastranegara Sepi Penumpang, Pelaku Usaha Menjerit

  Selasa, 10 Desember 2019   Faqih Rohman Syafei
Sebuah pesawat komersil saat lepas landas di Bandara Udara Husein Sastranegara, Kota Bandung. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

CICENDO, AYOBANDUNG.COM--Pasca dialihkannya 13 rute penerbangan domestik ke Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati pada Juli 2019 lalu, jumlah penumpang di Bandara Husein Sastranegara mengalami penurunan signifikan.

Dampak penurunan tersebut sangat dirasakan penyedia jasa transportasi dan penjual makanan yang berada di area bandara. Bahkan, berdampak juga pada sektor pariwisata Kota Bandung.

Ayobandung.com menyempatkan berkunjung ke Bandara Husein Sastranegara pada selasa (10/12/2019). Berdasarkan pengamatan dilapangan, aktivitas bandara tidak seramai seperti sebelum dipindahkannya 13 rute penerbangan domestik.

Pada jam-jam tertentu masih terlihat kesibukan penumpang yang turun dan naik pesawat. Namun keadaan tersebut tidak bertahan lama, seketika suasana bandara kembali normal.

Dampak ekonomis dari penurunan ini, sangat dirasakan pengemudi taksi. Salah satunya, Muchsin (65) yang mengeluhkan susah mendapatkan penumpang saat ini.

Dia mengaku sekarang pendapatannya setiap hari berkurang hampir setengahnya dari sebelumnya. Menurutnya penurunan jumlah penumpang sudah terjadi sejak lima bulan lalu.

AYO BACA : Bandara Husein Sepi, Pemkot Bandung Akan Temui Kemenhub

"Sangat turun, biasanya bisa 4-5 kali narik. Sekarang 1-2 kali narik itu juga dari pagi sampai malam. Kalau pendapatan sekarang Rp300 ribu sehari, dulu bisa sampai Rp1 juta sehari," ujarnya saat ditemui ayobandung.com, Selasa (10/12/2019).

Sedangkan, pegawai gerai makanan yang enggan disebutkan namanya menyebutkan omset penjualan makanan di tempatnya menurun hingga 70%. Hal tersebut mulai dirasakan sejak bandara sepi penumpang.

"Mulai terasa sejak abis lebaran, sekitar bulan Juli. Kalau dari pembukuan sebelumnya tinggi omsetnya. Sekarang omsetnya menurun sekitar 70%," ucapnya.

Saat ini dalam sehari, kata dia hanya melayani 5-10 pembeli bahkan pada akhir pekan jumlahnya semakin menurun. Disebutkannya banyak dari pada pembelinya dahulu merupakan penumpang jurusan rute domestik.

"Bayangin saja dulu sehari banyak penerbangan, sekarang sepi soalnya yang domestik rute Batam dan Bali gak ada. Harapannya pengen ramai lagi kaya dulu," sebutnya.

Sementera itu, Executive General Manager Bandara Husein Sastranegara Bandung, Andika Nuryaman mengatakan penurunan jumlah penumpang di Bandara Husein Sastranegara sudah berlangsung sejak beberapa waktu lalu. Terkait detail jumlah penurunan, dirinya belum bisa mengungkapkannya.

AYO BACA : Husein Sastranegara Jadi Pusat Penerbangan dan Bengkel Pesawat Turboprop

"Iya betul ada penurunan," ujarnya saat dihubungi ayobandung.com melalui sambungan telepon, Selasa (10/1/2019).

Dia menjelaskan untuk mendongkrak kembali jumlah penumpang, pihak manajemen berencana akan menambah sejumlah rute domestik pada tahun 2020 nanti. Rute yang ditambah, tentunya bukan duplikasi dari rute yang sudah ada di BJIB Kertajati.

Dalam operasionalnya, rute-rute baru tersebut menggunakan pesawat model bermesin turbo propeller atau pesawat baling-baling. Diharapkan, rencanya ini dapat berdampak baik pada peningkatan jumlah penumpang.

"Tahun 2020 planning kita, ada 100 penerbangan movement yakmi 50 keberangkatan dan 50 kedatangan datang dalam satu hari khusus domestik. Sehingga berdampak ramaikan lagi bandara Bandung," katanya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung, Kenny Dewi Kaniasari menyebutkan tingkat kunjungan turis ke Kota Bandung yang melalui Bandara Husein Sastranegara mengalami penurunan.

Jumlahnya dalam satu tahun terakhir, kata dia mencapai 150 ribu pengunjung dan rata-rata turis memilih berkunjung ke daerah lain. Kondisi ini disebabkan pasca pengalihan 13 rute penerbangan ke BIJB Kertajati. 

"Setahun kemarin berkurang 150 ribu (pengunjung) lewat Bandara Husein Sastranegara. Pada 2018, 7,5 juta pengunjung ke Kota Bandung dari berbagai akses (publik)," katanya.

AYO BACA : Wisatawan ke Bandung Menurun, Oded Sebut Bandara Husein Seperti 'Makam'

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar