Yamaha

Ketika Siswa SMP Jadi Guru SD

  Selasa, 10 Desember 2019   Tri Junari
Sejumlah siswa SMP Damian School menjadi pengajar di SDN 1 Cibacang, Kampung Garunggang, RT 04 RW 10, Desa Cipeundeuy, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (10/12/2019). (Ayobandung.com/Tri Junari)

PADALARANG, AYOBANDUNG.COM--Sejumlah siswa SMP Damian School melakukan aksi pengabdian ke masyarakat dengan menjadi pengajar di SDN 1 Cibacang, Kampung Garunggang, RT 04 RW 10, Desa Cipeundeuy, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (10/12/2019). 

Selain mengajar siswa SD, para siswa kelas 9 Damian yang dibagi dalam beberapa kelompok itu, juga melakukan presentasi alat-alat yang mereka ciptakan hasil eksperimen di sekolah, dengan dipraktikan langsung dihadapan para siswa. 

Kepala Damian School Kota Baru Parahyangan, Connieta Theotirta mengatakan, program yang diberi nama 'Kakak Mengajar' ini memberi pelajaran IPA. 

Ini dikarenakan pelajaran IPA yang terdiri dari Fisika, Kimia, dan Biologi antara SD dan SMP masih ada kesamaan. 

Sehingga melalui kegiatan ini selain bisa menambah wawasan pengetahuan para siswa juga dapat menjalin kebersamaan, kreativitas, dan keakraban antara siswa. 

"Ini adalah tahun kedua kami menyelenggarakan program 'Kakak Mengajar'. Dipilihnya sekolah ini karena cukup dekat dengan sekolah kami, sehingga melalui kegiatan yang dibalut dengan pengabdian ke masyarakat bisa tumbuh sedini mungkin, sifat tolong menolong dan kerja sama di antara siswa. Lihat saja siswa yang mengajar dan yang menyimak sangat antusias," ucapnya saat ditemui di lokasi. 

Dijelaskannya, alat-alat yang dipresentasikan oleh siswa Damian School adalah hasil kreativitas dan ide dari setiap siswa. 

Mereka ada yang membuat alat filtrasi/penyaring, alat penyalur udara, media interaktif melalui kartu yang menerangkan soal pemanasan global, dan lain-lain. 

Semuanya dibuat dari barang-barang yang tidak terpakai seperti botol plastik dan kertas yang tidak terpakai. Pemilihan barang-barang bekas sebagai peralatan juga merupakan wujud menumbuhkan jiwa wirausaha di kalangan siswa.

"Kami sempat diundang mengikuti pelatihan yang diselenggarakan oleh Ruang Guru. Kemudian di-share kegiatan ini dan bersyukur karena ide 'Kakak Mengajar' ini juga menarik minat sekolah lain untuk menerapkannya," kata dia. 

Siswa pengajar Damian School Mikhael Apriyan menuturkan, bersama dua rekannya Mario Marshall Read dan Nicholas Senwen Hamijaya mencoba membuat alat penyalur udara. 

Pembuatan alat ini didasari dari ketika melihat bencana kebakaran hutan seperti yang terjadi di Sumatera dan Kalimantan, dimana asap begitu pekat sehingga udara menjadi tidak sehat. Makanya dengan alat ini bisa dipakai untuk bernafas dan menghirup udara bersih.

"Air kan mengandung oksigen, makanya bahan alat penyur udara ini terdiri air, botol plastik, selang, alat pemecah udara, dan erator. Cara kerjanya tinggal dicolokan ke aliran listrik nanti air di botol akan diubah menjadi gelembung-gelembung udara yang bisa dihirup melalui selang," kata para siswa kelas delapan ini. 

Sementara salah seorang siswa SDN 1 Cibacang, Jaenab Maulani (5) mengaku senang dengan kedatangan kakak-kakak kelas dari Damian School. Selain bisa belajar bersama dengan memakai alat peraga yang dibawa, kegiatan ini juga memberikan motivasi kepada dirinya untuk belajar lebih rajin. Sebab apa yang diceritakan disampaikan dengan santai dan suasana akrab. 

"Tadi dapat penjelasan soal pemanasan global melalui kartu. Lumayan gampang mengingatnya dan cara itu belum pernah diberikan sebelumnya," kata dia. 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar