Yamaha

Gunung White Island Meletus, 5 Orang Dipastikan Tewas

  Selasa, 10 Desember 2019
Foto yang diambil mengenai gunung di White Island pukul 13:49 sebelum letusan terjadi pukul 14:11. (Twitter: Michael Schade)

SELANDIA BARU, AYOBANDUNG.COM -- Sebanyak lima orang dipastikan tewas, termasuk warga asal Australia, menyusul ledakan sebuah gunung di White Island Selandia Baru, Senin (9/12/2019). 

Jumlah korban diperkirakan akan meningkat seperti disampaikan Perdana Menteri Australia Scott Morrison.

"Masih akan ada berita lebih buruk lagi," katanya. Inilah apa yang terjadi sejauh ini.

Minggu lalu, ada peringatan aktivitas gunung berapi. Peringatan dikeluarkan oleh Badan Pemantau Geologi Selandia Baru GeoNet pada hari Selasa (3/12/2019) yang mengatakan adanya aktivitas moderat gunung berapi di White Island.

Aktivitas itu sudah berlangsung sejak bulan September namun sekarang menjadi lebih sering. "Semburan gas, uap dan lumpur terpantau di danau permukaan gunung tersebut," kata pernyataan tersebut.

Tingkat awas yang dikeluarkan sebelum meletus berada di tingkat 2 dari kemungkinan paling tinggi yaitu tingkat 5.

"Pemantauan dan data menunjukkan bahwa gunung ini memasuki periode dimana kegiatan letusan kemungkinan besar akan terjadi," tambahnya.

Letusan gunung ini sebelumnya terjadi di tahun 1914 dan menewaskan 12 penambang sulfur di sana. Di bulan April 2016 juga terjadi ledakan namun tidak berlangsung lama.

Di saat kejadian, wartawan ABC Australia Donna Field dan John Taylor sedang berada di kapal pesiar Ovation of the Seas yang berlabuh di Tauranga, tidak jauh dari White Island.

"Saya mendaki Gunung Manganui dan melihat hal yang saya kira asap dari kebakaran. Setelah kembali ke kapal barulah putri saya mengatakan ada letusan gunung," tulis Field.

Pilot Helikopter Penyelemat Auckland Westpac James Tayler mengatakan kepada TV 1 News 1 Selandia Baru bahwa mereka mendapat panggilan sekitar pukul 14:40 waktu setempat.

"Informasi yang kami dapatkan hanya mengatakan ada letusan di White Island, dan kemungkinan korban banyak," kata Tayler kepada 1 NEWS.

Dua helikopter segera dikerahkan, dan yang ketiga juga meluncur sekitar pukul 17:30.Tugas mereka adalah membawa yang cedera ke rumah sakit. "Mereka diselimuti debu gunung dan terlihat mengalami luka bakar parah."

Tiga puluh satu orang (13 di antaranya warga Australia) dirawat di rumah sakit, dengan tiga sudah boleh meninggalkan rumah sakit. Satu-satunya yang sudah diketahui identitasnya adalah seorang pemandu wisata asal Selandia Baru.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan   Republika.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar