Yamaha

Sidang Pembobolan Bank BRI Tambun, Saksi Fitra Bayu Dituding Berbohong

  Senin, 09 Desember 2019   Faqih Rohman Syafei
Persidangan dugaan kasus pembobolan kas Bank BRI Cabang Tambun Bekasi oleh Asisten Manager Operasional dan Layanan, Ermansyah Putra di Pengadilan Tipikor PN Bandung, Senin (9/12/2019).(Ayobandung.com/Faqih Rohman)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM -- Sebanyak 3 saksi dihadirkan JPU Kejati Jabar pada persidangan dugaan kasus pembobolan kas Bank BRI Cabang Tambun Bekasi oleh Asisten Manager Operasional dan Layanan, Ermansyah Putra di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bandung, Senin (9/12/2019).

Ketiga saksi antara lain Fitra Bayu selaku pegawai BRI Cabang Cikarang Bekasi dan Sumarwanto, serta seorang deposan Joni Herdianto.

Seorang saksi, Fitra Bayu mengaku mengenal Ermansyah sejak 2013. Lalu, pada 2016 dia bersama terdakwa sempat bekerja sama untuk membuat usaha pinjaman kredit.

AYO BACA : Sidang Pembobolan Bank BRI Tambun, Saksi Sebut Ada Transaksi Mencurigakan

"Awal mulanya, pada 2016 coba komunikasi terkait bidang pinjaman kredit," ujarnya di hadapan jaksa dan hakim Pengadilan Tipikor Bandung, Senin (9/12/2019).

Dia mengaku tidak mengetahui dana awal yang digelontorkan Ermansyah dalam kerja sama.

Sementara itu, koordinator kuasa hukum terdakwa, Unggul Cahyaka menyebutkan saksi Fitra Bayu telah berbohong, karena mengaku tidak mengetahui asal uang yang digunakan Ermansyah untuk bekerja sama.

AYO BACA : Pembobolan Kas BRI Bekasi, Diduga Ada Keterlibatan Internal

"Jelas berbohong (Fitra Bayu), dia tahu uang yang dikerjasamakan oleh terdakwa dari Bank BRI. Cuma tadi kan berkelit dan mengelak," ujarnya usai persidangan.

Pada saat awal proses kerja sama, kata dia, Fitra Bayu sudah terlibat bahkan menyuruh terdakwa untuk "mengambil" sejumlah uang dari kas Bank BRI. 

"Bayu mengaku tidak tahu adanya permasalahan atau fraud di BRI, katanya tahu dari koran dan internet. Dia (Fitra Bayu) sebenarnya tahu semuanya, apalagi di akhir tadi Erman (terdakwa) sampaikan uang yang diputar melalui Fitra Bayu hampir Rp5 miliar-Rp6 miliar," ucapnya.

Setelah persidangan, pihaknya akan mencoba menghadirkan dua orang saksi. Selain itu, dia mempertimbangkan akan melaporkan Fitra Bayu telah memberikan keterangan palsu.

"Saksi, Andri Sugiarto dan Kenin. Mereka juga meminjam juga uang dari Erman (terdakwa). Cuma uang pinjam itu semua dari melalui tangannya Bayu," katanya.

AYO BACA : Pembobolan BRI, Ekonom Sebut Fraud Bisa dari Internal

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar