Yamaha

Jalan Perbatasan Kota dan Kabupaten Cirebon Retak, Pengendara Resah

  Senin, 09 Desember 2019   Erika Lia
Permukaan Jalan Pilang Raya di perbatasan Kota Cirebon dan Kabupaten Cirebon yang retak. (Ayocirebon.com/Erika Lia)

CIREBON, AYOBANDUNG.COM -- Jalan Pilang Raya, yang berada di perbatasan Kota Cirebon dan Kabupaten Cirebon, mengalami keretakan cukup panjang sehingga membuat pengendara resah. Kondisi itu ditambah minimnya penerangan jalan.

Jalan yang retak itu ditemukan di beberapa titik sepanjang Markas Batalyon Arhanudse 14 Cirebon. Salah satu titik yang terparah tampak tepat di depan dinding identitas markas.

Jalan yang retak menyebabkan terpecahnya permukaan menjadi dua dengan ketinggian berbeda. Situasi tersebut meresahkan para pelintas, terutama pengendara roda dua, baik pemotor maupun pesepeda.

Rata-rata pelintas mencemaskan roda kendaraannya terselip di antara rekahan aspal. Mereka pun harus pintar-pintar mengemudikan kendaraannya agar tak terjatuh.

Meski dikenal sebagai jalur alternatif, Jalan Pilang Raya sendiri kini tergolong jalur yang ramai dengan beragam kendaraan. Pada jam-jam tertentu, terutama jam sibuk, lalu lintas di kawasan yang tengah bertumbuh ini terbilang cukup padat.

Keadaan semakin membahayakan saat malam hari, mengingat penerangan jalan sekitar yang minim. "Apalagi sekarang sudah mulai turun hujan. Kalau lewat situ pas malam hari dan hujan, semakin mengkhawatirkan," kata seorang pengendara asal Kecamatan Depok, Kabupaten Cirebon, Arif, yang kerap melintasi Jalan Pilang Raya saat berangkat dan pulang kerja.

AYO BACA : Sekolah di Indramayu Kurang Perabotan, Siswa Mesti Melantai saat Ujian

Hujan, kata dia, membuat jalanan becek dan licin. Penglihatannya pun kerap terganggu setiap kali hujan turun. Kondisi jalan itu membuat perjalanannya tak lagi nyaman. Karenanya, tak jarang dia memilih jalur pantura Kedawung-Tuparev sebagai akses lainnya.

Keadaan jalan yang membahayakan diakui pula Lurah Sukapura, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon, Muhaimin. Sebagian kawasan Pilang diketahui termasuk Kelurahan Sukapura.

"Saya pernah lewat situ (Jalan Pilang Raya), memang membahayakan. Takutnya kalau roda sepeda motor keselip lalu jatuh," ungkapnya kepada Ayocirebon.com, Senin (9/12/2019).

Menurutnya, kerekahan Jalan Pilang Raya sudah cukup lama tampak. Hanya, beberapa titik menunjukkan perkembangan yang memprihatinkan karena keretakan semakin besar dan lebar.

Kerekahan permukaan Jalan Pilang Raya merupakan perulangan. Meski belum diketahui pasti, menurutnya kondisi itu dimungkinkan akibat kontur tanah sekitar yang labil.

"Dulu kan daerah situ sawah-sawah. Tanahnya termasuk tanah hidup yang terus bergerak," cetusnya.

AYO BACA : Bulog Jamin Stok Beras di Cirebon Cukup Sampai 2021

Muhaimin pun mengharapkan perbaikan Jalan Pilang Raya. Dia menyebutkan, status jalan tersebut merupakan jalan provinsi yang penanganannya menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Tak hanya di Cirebon, jalan yang retak dan membahayakan penggunanya juga terjadi di Desa Cikedung yang mengarah ke Desa Jambak, Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu.

"Retakan jalannya memanjang. Kalau sepeda motor lewat, bannya bisa saja terselip," keluh seorang warga setempat, Opih.

Menurutnya, tak jarang kecelakaan terjadi di ruas jalan tersebut. Penerangan yang minim pun menambah ancaman.

Kondisi serupa juga terjadi di ruas jalan Desa Jambak, Kecamatan Cikedung, yang mengarah ke Desa Tugu, Kecamatan Lelea, maupun Desa Tempel yang mengarah ke Desa Telagasari, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu.

Pelaksana Teknis Bupati Indramayu, Taufik Hidayat memperkirakan, keadaan itu terpengaruh konstruksi jalan dan kontur tanahnya yang labil. "Harus diperbaiki daripada nanti orang celaka. Nanti pemerintah daerah yang dituntut," katanya.

Pemkab Indramayu diakuinya memiliki anggaran pemeliharaan jalan. Dia pun berharap, anggaran pemeliharaan jalan dapat memperbaiki kerusakan di semua ruas jalan se-Kabupaten Indramayu.

AYO BACA : Penumpang KA Daop 3 Cirebon Diperkirakan Naik 5% Saat Nataru

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar